Catatan Pinggir :

Peluang Bisnis; ‘Uang’ di Separoh Urusan Kita 
Oleh: andono wibisono

HAMPIR sudah setahun ini sejumlah geliat ekonomi di daerah dan nasional sangat menurun. Beberapa kota besar mengalami inflasi. Begitu juga di daerah ini. Kota Palu bahkan, Juli 2017 inflasinya paling terendah di semua kota Sulawesi, Papua dan Maluku. Faktanya sangat terbuka mata telanjang. Daya beli masyarakat menurun. Pendeknya, susah uang. Kebutuhan menjelang Idul Fitri diiringi dengan biaya anak masuk sekolah dan dimulainya sekolah baru sangat membutuhkan biaya. Ibarat berenang di laut, air laut sudah berada di dagu manusia. Salah ambil nafas bisa minum air laut.

Tapi kita harus menyerah? Tidak pasti jawabannya. Selalu harus bersyukur mengawali kehidupan di pagi hari. Selanjutnya harus putar otak hingga petang hari. Berikut ada tulisan saya yang mungkin dapat menjadi inspirasi bisnis (saya pun tertarik dan sedang mencari mitra).

Berikut tulisan saya di facebook tanggal 20 Juli 2017; Pagi Ini Adalah hari Keempat kebiasaan, tradisi, atau dapat disebut kewajiban baru. Yaitu antar jemput si bungsu sekolah taman kanak kanak.....

Di tengah kebiasaan baru (termasuk duduk bersama ibu-ibu yg cantik menunggui anak-anaknya). Asyik juga warna warni hijab nikmat Allah dapat sepintas dinikmati... Di tengah bertambahnya satu urusan pelik (pelik karena tdk bisa ditinggalkan), antar jemput anak sekolah pasti dialami mungkin separuh Bapak/ayah/papa/papi, menggantikan sang istri mulai mengusik nalar bisnis saya. 

''Inikan business opportunity,'' guman saya yg makin bego sendirian dikepung ibu-ibu yg cerita apapun. Sdh takdir ibu-ibu kalau ketemu lebih ribut dari tangisan anak-anak PAUD yang menangis dikenalkan ruangan belajar.  Pelan-pelan mulai dapat diurai peluang bisnisnya sejak kita bangun pagi menyiapkan anak sekolah sampai menjemputnya. 

Pertama; jasa pertime via aplikasi bersih-bersih rumah. Kenapa mesti difasilitasi dengan aplikasi. Pasti lebih sederhana, mudah & cepat tentunya. Apa yg dibersihkan? Bisa kamar tidur, ruangan lainnnya dengan tarif pertime. 

Kedua; transport online. Ini bukan ide baru. Tapi setidaknya di Palu blm ada. Di Manado, anak saya terbiasa menggunakan jasa jasa transport online. Mulai berangkat sampai pulang. Aman & murah tanpa argometer. Cukup menari jemari di aplikasi cusss sudah menjemput depan rumah dan mengantar depan sekolah. Bayarnya? Via aplikasi pula seperti pulsa. Aman saya. Semua terkontrol. Mengapa di Palu tidak dipikirkan hal ini? 

Ketiga; sudah pasti 'tradisi baru' yang saya namakan di atas pasti mengurangi jatah waktu urusan kita soal lainnya. Yaitu urusan yg tdk kalah bahayanya kalau lalai dilakukan. Apa itu? Yaitu menyiapkan pakaian dalam & luar kita di keluarga. Kita tak lagi punya waktu memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci dan menyetrikanya. Melihatnya menumpuk saja sdh pusing apalagi melakukannya hehehe. Latas dimana opportunity bisnisnya? Jasa loundry? Sdh banyak di Palu. Mulai dari strategi kiloan sampai loundry kelas atas yang mahal. Bahkan di Palu sdh ada loundry merk luar negeri di Palu. Apa yang belum disentuh? Ya loundry online. Siap antar jemput cukup pencet aplikasinya. Untungnya saya yakin bila tiap hari melayani 2000-an saja pelanggan saya yakin bisnis booming ini !!! 

Keempat; dari makanan siap saji, dari luar negeri sampai lokal food sudah tersedia di Kota Palu. Pelayanannya masih sprti bisnis biasa. Jual di pinggir jalan dan menunggu pembeli datang sesuai selera. Semua berjejer disediakan. Selalu begitu tiap hari. Yg tak ada waktu bila jalan macet, jarak dari sekolah anak ke tempat penjual lauk-pauk siap saji kadang jauh. Apa ada solusi memperpendek jarak, waktu & praktis serta terukur kemampuan kocek dalam kantong. Adakah peluang bisnisnya di sela-sela itu? Anda dapat bayangkan kalau di sela-sela menjaga anak sekolah kita buka sebuah aplikasi lokal food dan memesanx...cus dengan harganya dan diantarkan. Praktis kan? Harganya jg jelas dan seporsinya serta tarif antarnya. Bisa pula dijemput sendiri, banyak pilihan pelayanan. Pasti punya peluang. 

Ah, tiba-tiba anak saya keluar ruangan minta main ayunan...tidak mau belajar di kelas ''ade mo main ayunan ayah,'' ucapnya lugu. Terpaksa harus menjaganya dan bergegas mengakhiri melayang layang pikiran ini di tengah sulitnya ekonomi, naiknya angka kemiskinan nasional & provinsi...

Kita butuh survive. Kita harus jadi Pemenang !!! ** 


Share on Google Plus

About kailipost

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
loading...

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN