Per Juli, Serapan Anggaran Pemprov Rp 1,579 T

Sumber: Humas Pemprov

HINGGA Juli 2017 lalu, serapan anggaran di lingkungan pemerintahan provinsi Sulawesi Tengah mencapai Rp 1,579 triliun. APBD sendiri sebesar Rp3.599.701.587.150.- atau terealisasi sebesar 43,89 % dari target realisasi sebesar 46 % terjadi deviasi sebesar 2,11 %. Deviasi itu  terdiri dari belanja tidak langsung terealisasi sebesar Rp 1.049.707.068.901, dari total belanja tidak langsung  Rp 2.151.244.489.209. dan juga realisasi belanja langsung sebesar Rp. 530.261.670.151. dari total belanja langsung sebesar Rp. 1.448.457.097.941. 

Selanjutnya Yanmart menyampaikan realisasi fisik sebesar 45,19% dari target 48 % atau terjadi deviasi negatip sebesar 2,81 %, sedangkan realisasi per 31 juli 2017, masih sangat realistis bila dibandingkan dengan realisasi keuangan pada tiga tahun terakhir. Beberapa OPD seperti Dikjar dan ESDM terjadi serapan yang tidak maksimal diakibatkan adanya regulasi atau aturan yang membuat pelaksanaan anggaran terhambat. 

Yanmart juga menyebut beberapa kendala yang terjadi dalam pelaksanaan anggaran seperti Kemenkeu belum melakukan transfer DAK yang kedua. Sehingga pencairan paket yang bersumber dari DAK belum dapat dilakukan. Selanjutnya dana DAK pada dinas ESDM tidak dapat dilaksanakan sehubungan dengan aturan pelaksanaannya yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. 

Gubernur Longki Djanggola yang memimpin langsung Rapim Tepra Periode 31 Juli 2017 di ruang Polibu kantor Gubernur, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Hidayat Lamakarate, Asisten Perekonomian.,

Gubernur Longki menyampaikan apresiasi terhadap capaian kinerja OPD atas realisasi anggaran, selanjutnya sebelum Gubernur melakukan konfirmasi kepada kepala OPD terhadap capaian anggaran dan apa masalah-masalah pada masing-masing OPD Gubernur menyampaikan kebijakan-kebijakannya seperti;  seluruh kepala OPD untuk Tepra September tidak ada alasan untuk tidak hadir. Apapun alasannya kecuali sakit. ‘’Kalau alasan lain tidak dibenarkan hal ini terkait dengan penegasan Presiden Joko Widodo dengan keseriusan daerah dalam hal realisasi anggaran. Walaupun Sulawesi Tengah realisasi anggarannya selama ini sesuai penilaian pemerintah pusat tergolong sangat baik.

Gubernur menegaskan bahwa rapat Tepra sangat penting karena kita semua dapat berdiskusi terhadap permasalahan OPD, dapat saling tukar pikiran juga kita dapat saling mengingatkan. Gubernur Menegaskan kepada OPD yang bermasalah dalam pelaksanaan anggaran akibat regulasi atau aturan agar serius untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait. Seperti dinas ESDM dengan dana DAK, Dikjar terkait dengan penyaluran dana BOS sekolah.

Terakhir Gubernur menegaskan bahwa untuk Tahun anggaran 2018, APBD propinsi harus 20% dialokasikan untuk belanja modal atau belanja pembangunan Infrastruktur, ini semua kita lakukan kata Gubernur walaupun itu sulit seperti belanja Perjalanan Dinas Harus Dipangkas, kebijakan ini harus dilakukan supaya APBD Provinsi Kedepan betul-betul dapat memperhatikan kepentingan masyarakat walaupun harus kita sesuaikan kembali KUA –PPAS yang sudah disepakati. **


Share on Google Plus

About kailipost

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
loading...

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN