Perbaikan Drainase vs Tebang Pohon

reportase: andono wibisono 

Palu,- SEMANGAT Wali Kota Palu Hidayat untuk mengenjot pembangunan infrastruktur dalam kota selang setahun terakhir terus dilakukan. Hal itu untuk menunjang Palu sebagai destinasi wisata. Salah satu masalah pelik yang akrab dalam pemandangan kita adalah belum mapannya sistem drainase di Kota Palu. Curah hujan tinggi walau hanya berdurasi 30 menit, maka ditemui meluapnya sampah dan air di jalan-jalan trotoar. 

Bak sebuah simalakama. Perbaikan drainase dalam kota pasti akan bersentuhan dengan banyaknya pohon yang berada di sekitaran garis sepandan jalan, trotoar maupun di badan jalan. Beberapa lokasi yang sekarang ini diperbaiki drainasenya adalah sekitar jalan Towua-proyek PU provinsi, Jalan S Parman dan sekitarnya. Pembuatan drainase di Palu mulai menggunakan beton cor yang berbentuk huruf ‘U’. Selain pengerjaannya lebih mudah juga menurut beberapa sumber kekuatannya lebih lama. Contoh drainase yang sudah menggunakan hal itu adalah Jalan Zebra IV yang dikerjakan tahun 2016 lalu.

Pembangunan drainase selain berkaitan dengan dilema pohon kota. Pantauan selama dua hari ini beberapa pembangunan drainase banyak yang harus menebang pohon kota. Hal ini banyak menimbulkan protes warga. Tapi banyak pula warga yang setuju, guna perbaikan drainase yang selama ini membuat wajah kota menjadi jorok akibat luapan air drainase karena sendimen juga kesadaran warga kota yang masih kurang soal buang sampah pada tempatnya.

Kemarin, Kaili Post mencoba mengajak warga kota untuk memberikan komentarnya pada sosial media (sosmed) terkait pembangunan drainase dan penebangan pohon. Berikut komentar nitizen di akun penulis;  

Nitizen dengan akun Busta Hasim berkomentar tidak selalu harus begitu, tergantung kebutuhannya. Sedangkan Ulfa Mustafa  menjawab komentar Busta yaitu, Kebutuhan pun harus melihat kebutuhan yang lain Pak. 

Akun dengan nama Herry Kiswanto mengatakan, Bisa tapi jangan lupa peremajaan tanam pohon baru lagi donk sebagai gantinya di lokasi itu penghijauan. Sedangkan akun dengan nama Aceng Lahay  dengan pesimis mengatakan apa yg tidak di bolehkan saat ini, teragantung sikon saja.

Nitizen dengan akun Rahman Ijal mengatakan setelah itu datang Telkom gali aspal tanam kabel, itulah proses pembangunan yg tidak terencana secara integrasi. Solusinya, katanya pemerintah harus mengeluarkan regulasi mewajibkan masyarakat untuk tanam pohon di setiap halaman/ pekarangan rumahnya sebagai penghijauan atau ruang hijau kota, dan mengatur perencanaan tata kota secara terintegrasi.

Akun dengan nama Ideil Ddj berceloteh perlunya didorong dengan sebuah regulasi. Itu memperjalas legalitas standingnya. Apa lagi pemerintah didorong dengan melahirkan kebijakan-kebijakan atau gerakan Jumat bersih dan Sabtu gerakan menanam pohon.

Sementara akun dengan nama Nawawi S Kilat Part II mengatakan ia teringat dulu dengan pak Manahan Siagian dulu mantan ajudannya pak Syafrudin Prawiranegara. Beliau menebang pohon di samping terotoar depan rumahnya di Jalan Kramat Jaya Kelurahan Johar baru Jakarta pusat. Penebangan itu menjadi masalah besar, Pemda DKI permasalahkan dan menjadi kasus. 

Sementara pohon yang ditebang itu adalah pohon yg ditanam sendiri oleh pak Manahan Siagian. Alasan Manahan bahwa pohon itu mengganggu kabel listrik di depan rumahnya dan pohon itu dia sendiri yang tanam. Sementara DKI alasannya adalah jika itu mengganggu harusnya Pak Manahan lapor ke Pemda, dan Pemda yang memperbaiki. Soal pohon itu ditanam sendiri itu bukan masalah karena ditanam di areal yg dikuasai negara (trotoar) itu sdh menjadi tanggung jawab Pemda.

Akun dengan nama Sadik Ahmad AL menyebut perencanaan awal yg tidak matang. Tanam pohon diatas trotoar dll. Akun Biduk Perempuan Merdeka mengatakan Gimana tuh bung Elanto Wijoyono sbg aktivis greenmap, hehehe. Disahuti Ideal DDJ Insya Allah dgn pemikiran yg baik dan cerdas dari kita semua kota palu lbh baik dan maju..persoalan apapun demi maju daerah mari kita sama2 mencari solusi yg baik dan terbaik untuk kita semua..

Sedangkan akun facebook dengan nama Ridsan Tengku menceritakan pada tahun 1992, ‘’Pengalaman sy pertama jadi pengawas lapangan peningkatan jln dlm kota Palu.  Saat itu gub dijabat olh Alm. Abd. Azis Lamajido Kadis PU Alm. Prayoga Pimpro Pak Tumpal Sibarani, Bagpro Alm. Syafrun Abdullah Jln yg dilebarkan adlh Jln. Hasanudin-Setia Budi-S. Parman-SIS Al-Jufri dan Pue Bongo. Pembuatan saluran dan trotoar Jln. M. Yamin Pak Gub wkt itu Melarang Utk Memotong Dahan Pohon Pelindung di lokasi pelebaran. Sy ingat beliau lwt di jln Setia Budi dgn sedan dan mengancungkan tinjunya sbgi peringatan kpd kami utk jgn coba2 merusak pohon pelindung. Bygkan siksanya operator alat beral dlm pelaksanaan. Finisher, Loader, Grader, Tandem, TR semua dibuka penutupnya. Silahkan bung Ando Azzura Wibisono ambil kesimpulan dari sejarah ini.’’ Tulisnya. 

Sedangkan akun dengan nama Haerul Mannessa mengatakan hal itu tergantung siapa yg punya paket cappo. Dan komentar penutup yaitu Renny Roe  mengatakan tidak bisa pohon bagus untuk penghijauan jangan dipotong. ** 


PROBLEM DRAINASE KOTA PALU 

  1. Masih Lemahnya Kordinasi Lintas Sektor (PU, Telkom, PLN dll soal galian dalam kota)
  2. Pembangunan Drainase penting dipahami apa Pondasi, apa  itu dasar bangunan (teknis bangunan). Sehingga kualitas bangunan drainase dapat dipertanggung jawabkan. 
  3. Bangun Drainase dengan robohkan Pohon sebuah simalakama. Tidak dibangun drainase bikin banjir. Dibangun harus dengan merobohkan pohon dalam kota. Bila pohon roboh dipastikan countur tanah pasti berubah. 
  4. Pengguna jasa harus paham soal pembuatan drainase. Akibatnya banyak drainase yg dibangun tidak menjadi solusi awal dari tujuan pembangunan drainase. 
  5. Ada perbedaan perencanaan drainase dalam kota. Ada yg drainase di depan pohon seperti di Jalan Dewi Sartika. Ada juga drainase di belakang pohon. Mana yg benar itu? 
  6. Kesadaran warga akan pentingnya drainase. Tidak disiplin dan prakarsa menggali sendimen drainase di lingkungannya.







Share on Google Plus

About kailipost

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
loading...

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN