Parmout, Inkamben Belum Aman

PILKADA 2018   (bagian pertama) 
REPORTASE: ANDONO WIBISONO 

Parigi Moutong,- JUNI 2018 Mendatang diperkirakan gelaran Pilkada langsung di tiga kabupaten di Sulteng. Yaitu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Morowali. Geliat konstetasi kepemimpinan lima tahunan itu diperkirakan akan menyedot masyarakat di tiga kabupaten itu. Sejumlah baliho dan alat peraga (mobil branding) lainnya pun sudah menyemarakkan. 

Dari ketiga kabupaten ini, pertama akan disajikan ulasan reportase berkaitan dengan Kabupaten Parigi Moutong. Teka teki siapa apakah inkamben (incumbent) akan dapat mengikuti Pilkada sudah terjawab. Hal itu sesuai dengan SK pelantikan yang sudah dipegang petikannya oleh KPU Parigi Moutong. 

Menyimak beberapa pemberitaan media cetak dan online di Sulteng, Bupati Syamsulrizal Tombolotutu adalah figur yang hingga kini memiliki popularitas dan tingkat keterpilihan paling di atas. Sejumlah hasil survei awal (beberapa survei parpol dan timses) yang tidak dapat dikorankan, nama ST – sebutan Samsurizal Tombolotutu, masih merajai di tangga teratas. Tapi survei itu baru permulaan. Politik pun dinamis, karena hingga kini geliat para bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah memanasi infrastrukturnya pun tak dapat dipandang sebelah mata. 

ST, di beberapa parpol yang membuka pendaftaran pun mendaftar layaknya bakal calon lainnya. Diprediksi kendaraan politik ST adalah Gerindra (pemilik kursi besar), PDI-P dan beberapa parpol lainnya. Namun, estimasi itu mulai diragukan ketika tiba-tiba Gerindra Parmout membuka mendaftaran bakal calon. Benarkah nama ST belum fix di parpol besutan Prabowo itu? 

Dinamika politik lainnya juga ketika Timses ST dengan sebutan SABAR pun terlambat memasukkan berkas pendaftaran ke Partai Golkar. ‘’Bukan ditolak tapi terlambat,’’ ucap kader Partai Golkar Sulteng pada penulis di Palu. Artinya, ST secara adminitrasi kepartaian berkasnya tidak diproses karena lambat memasukkan berkas. Tapi lagi-lagi, itu hanya adminitasi kepartaian. Banyak pertimbangan lain yang politis yang sulit ditebak di sebuah hajatan politik apapun. Semua dinamis.

Di PDI-P Parmout, nama ST juga diunggulkan. Tapi lagi-lagi tidak ada jaminan mutlak. DPC PDI-P hanya menjaring dan diseleksi dan diverifikasi oleh DPD PDI-P Sulteng dan hasilnya akan diteruskan ke DPP. ‘’DPP lah yang merekomendir. Semua nama bakal calon yang memperoleh rekomendasi DPP itulah yang akan dicalonkan PDI-P,’’ ujar salah satu pentolan DPD PDI-P Sulteng ke Kaili Post kemarin. 

Hanura yang lima kursi pun berdasarkan pemberitaan harian ini, memasang Ketua partainya, Fahri Lapato untuk dapat menjadi calon bupati atau wakil bupati. Bila memang ST akan menggunakan Hanura, bisa jadi tagline SABAR akan bubar. Karena lima kursi Hanura sangat menentukan dan potensial untuk menjadi parpol pengusung. Apakah mungkin hanya menjadi parpol pendukung? 

Di Parmout beberapa figur bakal calon pun tidak dapat dipandang sebelah mata. Ada nama Almahdali, Taufik Borman, Anwar Hi Saing (Aco Malino), Fahri Lapato, dan sejumlah nama lainnya. Kali ini pertarungan ST sangat membutuhkan energi lebih tinggi. Karena, dengan dibukanya pendaftaran Balon bupati dan wakil bupati di Gerindra dan terlambatnya berkas SABAR ke Partai Golkar ujian baru baginya untuk ‘naik rental’ ke KPU.

Tapi, pasti hal itu akan dihitung ST. Dengan pengalaman sebagai mantan prajurit TNI yang sering di medan tempur, tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. Ia pasti akan mumpuni memahami medan perang untuk mengalahkan lawan. ST bukan hanya prajurit biasa. Modal sebagai Kolonel – perwira menengah di TNI tidak bisa diremehkan. ST disebut-sebut sangat dekat dan memiliki jejaring politik di panggung nasional. Sebagai jurnalis politik, amatan ini sangat menarik bagi saya untuk menyimak dinamika lanjutannya. ** 

Share on Google Plus

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN