Parmout Terima Rp450 Juta Bantuan E-Warung Kube PKH

PENYERAHAN secara simbolis bantuan sosial E-Warung kube Program Keluarga Harapan (PKH) koperasi masyarakat Indonesia Sejahtera (KMS), dari Direktur Jenderal fakir miskin Kementrian sosial (Kemensos) RI, DR. Ir Andi Za. Dulung Msc, kepada Bupati Kabupaten Parmout, Samsurizal Tombolotutu, sebesar Rp 450 juta dan bantuan Kube PKH senilai Rp 702 juta. Senin (2/10).

Reporter/Biro Parmout : Fharadiba

PARMOUT,- DIREKTUR Jenderal fakir miskin pada Kementrian sosial (Kemensos) RI, DR. Ir Andi Za. Dulung Msc, Senin (2/10) kemarin, menyerahkan bantuan sosial E-Warung kube Program Keluarga Harapan (PKH) koperasi masyarakat Indonesia Sejahtera (KMS), kepada Bupati Kabupaten Parmout, Samsurizal Tombolotutu, sebesar Rp 450 juta untuk 15 kelompok. Pemberian bantuan tersebut berlangsung di Desa Ampibabo Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parmout.

Bukan hanya itu kementrian sosial juga menyerahkan bantuan Kube PKH senilai Rp 702 juta yang diberikan kepafa 351 KK, yang dimana masing-masing KK menerima Rp2 juta. Selain itu, ada pula pemberian  alat bantu kaki palsu sebanyak enam buah, alat bantu tangan palsu empat buah, 21 buah kursi Roda dan satu buah tongkat bagi penderita disabilitas yang berasal dari beberapa kecamatan Di Parmout.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI, Andi Za.Dulung dalam sambutanya menyampaikan, permohonan maaf dari ibu Mentri Sosial, Khofifah Indah Parawansa yang tidak bisa hadir karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. “Alhamdulillah hari ini kita bisa luncurkan program E-Warung kube PKH ini, walaupun beberapa kali sempat mengalami penundaan peluncuran,” ujar Andi Za.Dulung mengawali sambutan.

Dikatakannya, ada dua hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Parmout yakni yang pertama persoalan data, agar pemerintah harus perhatikan dengan baik karena berkaitan dengan persoalan perpanjangan program PKH di kabupaten Parmout. Serta agar tidak terjadinya program yang salah sasaran. “Karena ini quotanya tidak bertambah maka kalau sudah merasa mampu sebaiknya digantikan dengan masyarakat yang belum mampu, sehingga yang penting yang harus diperhatikan yakni data falid dari para penerima PKH,” terangnya.

Lanjut dia, program PKH ini sudah berlangsung cukup lama, yang dimulai dari tahun 2010 , sehingga ditekankan bagi yang sudah merasa mampu secara ekonomi, maka harus mundur dari program ini. Sebab, tujuan dari program PKH yakni bisa menekan angka kemiskinan. Pihaknya juga menjelaskan bahwa dengan adanya peluncuran E-Warung kube PKH dapat bermanfaat bagi penerima program PKH, karena bisa berbelanja di E-Warong tersebut dengan hanya menggesek kartu yang sudah disiapkan.

Ditambahkannya, untuk tahun 2018 mendatang, program PKH di Parmout akan mengalami peningkatan dua kali lipat yakni sebanyak 23 ribu penerima, dari jumlah saat ini. Bukan hanya itu jumlah pendamping juga akan bertambah dua kali lipat. **

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN