LPMS Poso Gelar FGD Isu Terorisme


REPORTER POSO: ISHAK ALHAKIM

KAILI POST, POSO - Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Poso bekerja sama dengan The Habibie Center melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Upaya Penguatan dan Pencegahan Isu Ekstrim Terorisme di Indonesia" (Minggu 22/4/2018).

Sebanyak 20 orang peserta berasal dari berbagai Lembaga yang ikut dalam diskusi tersebut salah satunya adalah mantan Narapidana Terorisme paska konflik yang ada di Poso.

Giat tersebut selain dihadiri oleh Direktur LPMS Poso Budiman Maliki S.Sos,  tampak juga hadir dari Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Ibrahim Ismail S.H.I.,M.H.I,  Rektor Universitas Kristen Tentena (UNKRIT) Amnosius R.A.B Meringgi, SP.,M.Si, Fuad Anhar Abdullah, S. Sos,.M.Si Kepala bidang Dinas Sosial, Pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Poso Ustadtz. Zainudin, serta Mahasiswa dari perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso, bersama Sekolah Tinggi Theologia (STT) Tentena dan beberapa tamu lainnya.

Direktur Lpms Poso Budiman Maliki menegaskan, dalam Mencegah terjadinya kekerasan ekstrim dimasyarakat khususnya berkaitan dengan upaya penanganan  radikalisme dan intoleransi diwilayah paska konflik seperti diposo, kita harus bersama-sama bersatu dalam mencegah isu-isu yang akan memecah belah antar suku, ras, golongan dan agama.

Selanjutnya dikatakannya ada tiga tujuan utama FGD ini dilakukan yaitu ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merespon isu isu cauntering violent ekstremis, melakukan sharing informasi dan pengalaman terbaik dari para stekholder masyarakat sipil diposo baik itu lembaga pendidikan tinggi, ormas keagamaan, Lsm, eks napiter, kalangan media serta pemerintah daerah melalui SKPD, dan mendorong adanya wadah kolaborasi kedepan nya untuk lebih memperkuat kerjasama dimasyarakat dalam melakukan upaya pencegahan aktivitas yang berkaitan dengan isu radikalisme, apapun bentuknya untuk bisa di kelola dengan perspektif bina damai di poso.

" Ini adalah salah satu output pertemuan dari FGD, bahwa semua stekholder yang terlibat dalam kegiatan ini akan melanjutkan kegiatan serupa dibulan depan guna mempertajam pokok bahasan, dirumuskan dalam prosa diskusi yang ada. Lpms bersama the habibie center juga akan memberikan pendampingan penguatan kepada stekholder sebagai upaya meningkatkan kapasitas bagi masyarakat sipil diposo dengan topik yang sama," Ujar Budiman Maliki.

Sementara itu Kabid Dinas Sosial Fuad Anhar Abdullah mengatakan, dalam menyikapi hal ini sebagimana pola pencegahan aksi-aksi kekerasan di Kabupaten Poso tentunya dalam prospektif sosial yang harus diperhatikan ialah pemetaan potensi rawan kekerasan, misal seseorang melakukan sesuatu kekerasan apa yang memotifasi orang itu.

Kemudian dalam penanganan kasus kekerasan ini, entah itu pencegahan atau pemulihan, kita harus memiliki pola-pola kekinian atau dengan kata lain harus update informasi.

Karena bagi teman-teman yang sudah mengalami kasus terorisme hukuman yang diberikan ke mereka bisa 4-5 tahun, ketika mereka keluar pasti zaman itu sudah berubah.

BACA SELENGKAPNYA DI HARIAN KAILI POST...!





Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN