Dekan Teknik Diperiksa Penyidik

Reporter/Foto : Yohhanes Clemens/Ist
DOKTOR H Amar Akbar Ali, ST, MT selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Selasa, (22/05/2018) diperiksa penyidik Polresta Palu. Ia nampak mendatangi kantor Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta. Kedatangan Dekan Teknik Untad itu untuk memenuhi panggilan penyidik Reskrim Polres terkait kasus bentrokan antara Fakultas Tehnik dan Kehutanan.

Amar Akbar Ali mengatakan, kedatanganya ke Polres Palu tersebut, hanya dimintai saksi terkait kronologis kejadian penyerangan dari mahasiswa Teknik yang melakukan pembalasan terhadap Fakultas Kehutanan Untad beberapa pekan lalu.

‘’Saya datang kesini hanya dipanggil saksi untuk menjelaskan kornologis penyerangan tersebut. Sebagaimana saya ketahui kejadian itu,  apa - apa yang terjadi dan apa kira-kira motif  atas penyerangan tersebut. Kalau saya lihat penyerangan tersebut memang seperti aksi balas dendam ke masalah harga diri," ujar Amar kepada beberapa media, saat diwawancara awak media.
Dirinya melanjutkan, (Dr H Amar), padahal pihaknya telah mediasi. ‘’ Jangan sekali-kali melakukan tindakan pembalasan karena itu nanti dampaknya bisa berakibat fatal. Sebab, hal tersebut atau kegiatan itu bisa saja dianggap sebagai rencana dan lain sebagainya.’’ Terangnya.

"Dari pihak Dekan dan jurusan sudah mengingatkan terhadap mereka (pelaku) untuk jangan melakukan hal-hal tersebut.  Karena kami di sini tidak melihat ini mahasiswa Teknik atau ini mahasiswa Kehutanan. Kami melihat semua mahasiswa sama," katanya.

Menurut Amar, pihaknya sudah melakukan mediasi dan memperingatkan mereka, namun mungkin karena jiwa muda yang mudah diprovokasi dengan merasa harga diri mereka diinjak dan lain sebagainya, sehingga mereka melakukan pembalasan.

Ia mengaku ditanya penyidik sebanyak 16 sampai 17 pertanyaan.  Saat ditanyai mengenai informasi dugaan konseptor dan aktor intelektual penyerangan ke Fakultas Kehutanan, Amar mengatakan bahwa tuduhan itu tidak benar. Dan itu tidak ada dalam ajuan pertanyaan oleh pihak penyidik, sehingga informasi tersebut hanyalah hoax.

‘’Kita kan selaku aparatur sipil negara (ASN), justru kami menjaga seluruh aset untuk anak-anak kita karena kita sebagai pendidik. Karena saya juga termasuk yang paling keras meminta kepada atasan universitas kalau bisa anak-anak agar bisa dikasih efek jera ketika mereka melakukan tindakan kekerasan supaya menjadi contoh bagi yang lain. Tujuan mereka datang ke fakultas adalah untuk kuliah bukan untuk melakukan perusakan," tandasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN