Gubernur Prihatin Serapan Anggaran Rendah

Sumber/Editor: Humas Pemprov/Ikhsan Madjido
GUBERNUR Longki Djanggola mengaku prihatin dengan rendahnya serapan anggaran yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD). Realisasi APBD per triwulan I untuk 34 propinsi, Sulawesi Tengah berada pada urutan 10 dari 34 propinsi.

‘’Kepada kepala OPD agar dapat mencemati realisasi anggaran akibat adanya penutupan beberapa UPT di OPD. Tetapi beberapa bulan yang lalu telah dilakukan pergeseran anggaran yang ada pada UPT yang dihapus sehingga hal tersebut tidak menghalangi pencairan anggaran sehingga menjadi penghalang pada realisasi anggaran,” pinta gubernur saat memimpin rapat pimpinan evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran pelaksanaan program APBD tahun 2018, di ruang Polibu kantor gubernur, Rabu (16/5/2018).

Selanjutnya Gubernur meminta penjelasan dari kepala OPD terkait dengan kondisi yang ada pada masing masing OPD dan sekaligus Gubernur memberikan arahan langkah langkah yang harus dilakukan OPD sesuai dengan kondisi yang ada pada masing OPD. Selanjutnya Gubernur mengarahkan kepada OPD agar seluruh kegiatan yang sudah dilakukan pelelangan dan kontrak supaya secepatnya diurus uang muka.

Keprihatinan Gubernur mengemuka sesaat setelah Kepala Biro (Karo) Administrasi Pembangunan, Sisliandy menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pemerintah Propinsi per 30 April 2018. Dipaparkan bahwa terealisasi serapan anggaran Rp. 657.848.863.657 atau sebesar 17% dari total APBD Rp. 3.823.207.915.195. Dan realisasi Fisik 19.76%. 


“Realisasi Anggaran per 30 April 2018 belum sesuai dengan target yang ditetapkan dan rendahnya realisasi keuangan dipengaruhi beberapa hal antara lain proses pengadaan pelelangan, beberapa kegiatan gagal lelang, dan permintaan uang muka,” katanya. Dijelaskan bahwa keterlambatan pelaksanaan pekerjaan karena ada pergeseran jadwal kegiatan dan realisasi dana hibah.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN