NWP Resmi Akuisisi Palu Grand Mal

Jamin Tidak Ada PHK

Reporter : Ikhsan Madjido

KAILIPOST.COM,- KOTA PALU- MASYARAKAT menganggap saya telah gila karena menjual Mal. Saya hanya hanya menjawab bahwa kegilaan memang diperlukan untuk lebih berkembang. Karena gila itu bagi saya adalah kepanjangan dari gali ilmu, lakukan aktivitas. Demikian pernyataan Komisaris PT Palu Graha Sejahtera (PGS), Karman Karim saat dicerca awak media saat jumpa pers pengumuman resminya PT Nirwana Wastu Pratama (NWP) mengakuisisi PT PGS, di Palu Grand Mal (PGM), Kamis (3/5/2018).

“Tiap dua tahun saya akan jual mal. Dan saya  akan bangun Mal di setiap kabupaten di Sulteng dan saya sudah mulai di lokasi yang orang anggap tidak mungkin membangunnya. Contohnya di Poso, saya sudah sukses bangun Mal di sana, dan itu akan saya jual juga nantinya,” ujarnya.

Karman Karim mengungkapkan pihaknya tidak menjual Mal ke sambarang retail, karena dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan melihat pengalaman retail. Dengan pertimbangan pengalaman itulah maka PT PGS menjual secara resmi 68% saham ke NWP retail, perusahaan joint venture antara PT Nirvana Development Tbk dengan Warbug Pincus. NWP Retail menjadi pemilik dan pengelola pusat perbelanjaan PGM.

“Perkembangan Kota Palu ini sangat pesat, demikian pula dunia retailnya. Oleh karena itu kami membutuhkan pengelola Mal yang sudah berpengalaman dan memiliki keahlian dalam pengelolaan mal, sehingga PGM ini akan tetap menjadi Mal nomor satu di Kota Palu,” tambahnya.

Sementara itu, Director Head Operating Properties NWP Retail, Teges Prita Soraya mengemukakan bahwa PGM ini melengkapi portofolio aset NWP Retail yang hingga saat ini sudah mengelola 14 Mal di seluruh Indonesia. Untuk Sulawesi, PGM adalah Mal kedua yang dikelola setelah CitiMal Gorontalo.

“Kami yakin sekali dengan potensi ekonomi di Kota Palu yang terus berkembang, dan kami berharap NWP Retail dapat mengambil peran yang cukup besar untuk kemajuan iklim ritel di Kota Palu,” ujarnya.
Dengan akuisisi ini tentunya terjadi perubahan manajemen, termasuk karyawan PGM yang ada saat ini. Tapi, Karman Karim berkilah bahwa bukan PHK yang akan dilakukan namun optimalisasi yang bukan hanya dari segi sumber daya manusia (SDM), tapi juga menyangkut aset, keamanan, kebersihan, dan penggunaan energi.

“Berbeda dengan single Mal operator, kami sebagai multiple Mal operator sudah bisa mengoptimalkan operasional tiap Mal kami dengan menaruh berbagai fungsi pekerjaan yang tadinya ada di tiap unit menjadi satu di kantor pusat, termasuk fungsi keuangan, marketing, hingga leasing. Jadi di PGM hanya day to day operation saja,” timpal Teges menambah penjelasan Karman.

Palu Grand Mal nantinya akan banyak membuka peluang bagi pengusaha kecil dan menengah lokal untuk berjualan di dalam area mal. “Kami akan membangun beberapa konsep gerai dengan desain yang modern, lengkap dengan seluruh perlengkapan berjualan, mitra pengusaha kami tinggal masuk, membawa barang dagangan dan mulai berjualan,” jelas Teges.

Gerai-gerai yang dimaksud ini nantinya akan mengakomodasi pengusaha lokal di bidang fashion, kuliner, hingga gadget. “Kami berharap dapat memberikan warna baru yang akan semakin menyemarakkan iklim ritel di Kota Palu, dan semoga PGM akan semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan keseharian warga Palu,” tambah Teges.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN