Parpol Bajak Perempuan DPD

Reporter : Iksan Madjido 

   MENJELANG pemilihan umum tahun 2019 banyak aktivis perempuan dibajak oleh partai politik untuk memenuhi kuota 30% sebagai syarat untuk menjadi peserta pemilu.  Demikian diungkapkan aktivis perempuan, Risnawati dari Institut Sikola Mombine, kepada Kaili Post via Whatsapp, Minggu (6/5/2018).

“Hal ini dilakukan oleh banyak parpol agar dapat lolos menjadi peserta pemilu tahun depan dan memenuhi kouata perempuan 30% yang diwajibkan oleh Komisi Pelihan Umum (KPU) sehingga banyak parpol berburu kader perempuan,” ungkapnya. Hal ini menyebabkan  tidak adanya bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari kaum perempuan mendaftar di KPU Sulawesi Tengah.

Selain itu menurutnya sangat disayangkan karena Sikola Mombine sangat mendorong partisipasi politik perempuan, beberapa waktu lalu kami mencoba mendiskusikannya dan saling suport, namun ditingkat kami para aktivis mencoba konsisten mengawal berbagai persoalan di masyarakat khususnya perempuan.

“Analisa lain perempuan lebih memilih jalur legislatif sebagai ruang strategis untuk terlibat dalam politik praktis, karena kebijakan budgeting dan  pengawasan yang melekat di DPRD, beda dengan DPD yang terbatas geraknya,” ujarnya. “Saya kira kawan-kawan aktivis cukup kritis melihat bahwa apakah mereka sekedar dibajak atau partai serius dalam menyikapi UU No 2 tahin 2008 pasal 2 ayat 5, karena sikap para perempuan untuk terjun ke politik praktis tentunya berangkat dari keprihatinan. Pertama belum terpenuhinya kuota keterwakilan perempuan, kedua bahwa DPR menjadi langkah strategis untuk mengintervensi kebijakan anggaran yang responsif gender,” tambahnya.

BACA SELENGKAPNYA DI HARIAN KAILI POST !!!
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN