Penjabat Harus Jadi Model Netralitas



Reporter: ikhsan Madjido
PENJABAT Bupati idealnya harus dapat menjadi rule model, netralitas pejabat di sebuah ‘arena’ Pilkada. Dengan demikian, jaminan akan pemerintahan yang mandiri dan netral dapat terwujud. Hal itu dikatakan Gubernur Longki Djanggola ketika melantik Bartholomeus Tandigala sebagai penjabat Bupati Morowali, Sulteng.

Bartholomeus Tandigala resmi menjadi penjabat (Pj) Bupati Morowali hingga bupati definitif Kabupaten Morowali dilantik. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah itu mengisi kekosongan kepemimpinan di Morowali, usai berlakunya masa jabatan Anwar Hafid dan SU Marunduh selaku Bupati dan Wakil Bupati Morowali, yang berakhir pada 25 Mei 2018. Gubernur H Longki Djanggola melantik Bartholomeus Tandigala  di Gedung Pogombo, Sabtu (26/5/2018).
Reporter: Iksan Madjido
 Acara pelantikan itu dihadiri unsur Forkopimda, Kepala OPD pemprov Sulteng,  Bupati Tolitoli dan Sigi, Ketua dan Wakil Ketua, serta anggota DPRD Kabupaten Morowali. Dalam sambutannya, Longki Djanggola berpesan agar penjabat yang dilantik dapat menjadi model netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam pelaksanaan Pilkada.

“Agar dalam pelaksanaan pesta demokrasi agar bekerja sungguh-sungguh mewujudkan birokrasi yang profesional, melayani, berintegritas dan berkinerja tinggi, bebas dan bersih dari KKN,” kata Longki. Hal tersebut sesuai dengan tugas penjabat bupati seperti melaksanakan pemerintahan, memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, memfasilitasi penyelenggaraan pilkada dan menjaga netralitas ASN, menandatangani  perda APBD, perda opd, serta melakukan pengisian dan penggantian pejabat  setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri dalam negeri.
Reporter: Iksan Madjido
 “Maka dalam hubungan ini, penjabat bupati Morowali yang merupakan representasi dari pemerintah pusat dan provinsi, harus mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik horisontal yang dapat mengganggu suksesnya pelakanaan Pilkada serentak tahun 2018,” katanya. Olehnya itu, Gubernur mengingatkan para pendukung masing-masing calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta partai politik pengusung, kiranya bisa saling nenghormati dan menghargai satu sama lainnya dalam menciptakan pilkada agar berjalan lancar, aman dan kondusif.

“Kondisi daerah yang kondusif telah menjadi hal penting yang harus tetap terjaga, terutama dalam mempersiapkan Kabupaten Morowali menghadapi penyelenggaraan pilkada serentak bersama dengan Parmout dan Donggala,” katanya. Penjabat bupati seusai pelantikan, berterima kasih karena atas berkat Tuhan, sehingga bisa dipercayakan Gubernur Sulteng sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Morowali menggantikan Bupati Anwar Hafid yang masa tugasnya berakhir pada tanggal 25 Mei 2018.

Baca Selengkapnya di Harian Kaili Post !!!

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN