TSK Pencurian, Presiden BEM Diberhentikan




REKTOR Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Muh Basir SE MS, mengambil sikap tegas dengan memberhentikan Buyung P sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2018. Pemberhentian tersebut ditandai dengan diterbitkannya SK Rektor Nomor 3170/UN28/KM/2018 tentang Pemberhentian Buyung dan Pengangkatan Moh Fitrawan sebagai Presiden BEM Untad.

Berhentinya Buyung dilakukan menyusul penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam kasus tindak pencurian yang kini ditangani Polres Palu. Rektor Senin (07/05/2018) mengatakan, dirinya langsung mengambil tindakan tegas untuk itu, setelah mendapatkan informasi dan data dari pihak kepolisian. Informasi dan data itulah yang menjadi dasar Rektor Untad menerbitkan SK pemberhentian.

Adinda Moh Fitrawan, yang sebelumnya merupakan Wakil Presiden Mahasiswa, terhitung mulai 7 Mei akan menjabat sebagai Presiden Mahasiswa UNTAD," jelas Prof Basir. Terkait dengan kasus yang menimpa Buyung, Prof Basir mengungkapkan keprihatinannya, sehingga kasus yang menimpa Buyung adalah murni kasus hukum. Untuk itulah, rektor angsung menyikapi kasus itu dengan mengambil tindakan tegas.


Kasus itu sudah sampai tahap penyidikan, dan sudah ada tersangka, salah satunya adinda Buyung. Bagaimana pun, apa yang telah dilakukan itu tentu kami prihatin. Dan semoga adinda Buyung dapat fokus menghadapi proses hukum dan menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya itu," pesannya.

BACA SELENGKAPNYA DI HARIAN KAILI POST !!!



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN