Jelang Lebaran, Peminta-minta Meluap di Palu


Reporter : Firmansyah
Ket foto : Gepeng di sekitar jalan Mawar Palu Timur menjadi pemandangan sehari-hari.foto;kalilipost/firmansyah
FENOMENA Tahunan ini sepertinya menjadi pemandangan biasa. Acap kali menjelang Idul Fitri, masih suasana ramadan Palu selalu dibanjiri para peminta-minta. Pihak pemerintah dan DPRD menyebutnya gelandangan pengemis alias Gepeng. Sepertinya pemandangan ini lumrah. Padahal, pemandangan ini sangat tidak manusiawi. Belum ada jurus jitu pemerintah mengurangi hal tersebut.

Anggota Dekot, Komisi A,  Bey Arifin ketika dimintai komentarnya (31/5/2018) di ruanganya menganggap hal itu lumrah dan biasa di bulan ramadan. ‘’Hal ini kan bukan kali ini saja terjadi, di tahun-tahun sebelumnya juga ada. Jadi keberadaan mereka hanya bersifat musiman saja,’’ ungkapnya tanpa risau.

Menurutnya, Pemkot telah memiliki Perda yang menangani gepeng. Tapi ia tidak menyinggung soal efektifitas pelaksanaan Perda itu. bahkan, ia mengingatkan agar pelaksanaan Perda tidak gesekan antara penegak Perda dengan mereka. ‘’Selama kehadirannya tidak mengganggu ketertiban maupun keamanan warga, hal tersebut lumrah.
‘’Mereka juga manusia seperti kita. Hanya saja kita diberi kelebihan rejeki dari Allah. Selama kehadiran mereka di Palu tidak mengganggu keamanan maupun ketertiban warga, saya rasa biasa-biasa saja. Nanti setelah bulan suci ramadan berakhir. Ditertibkan kembali. Namun kehadiran mereka biasanya hanya terfokus di bulan ini saja. Selebihnya hanya sedikit yang nampak,’’ aku politisi serta ustad itu.

Ketika dimintai soal solusi mengatasi gepeng, ia meminta pemkot hadir dalam hal penanganan sosial. Salah satunya, memberikan pembinaan dan kecakapan mandiri. Apabila mereka telah mempunyai keahlian melalui pelatihan, dapat diberdayakan dan akomodir ke berbagai lapangan pekerjaan yang ada di Palu, sarannya.

Namun jika tidak, dia berharap agar ditelusuri asal-usulnya, serta dikembalikan ke daerah asalnya. " Dengan adanya Perda tentang Gepeng, saya berharap pemerintah harus hadir dalam hal ini. Setidaknya memberikan bimbingan skill bagi mereka, sehingga bisa meninggalkan kebiasaan lama mereka,’’ pungkasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN