Juni Masih Potensi Hujan

Foto/Reporter: bmkg.co.id/Firmansyah

SURVEI Badan Metereologi Kematologi dan Geofisika bandara Palu, (4/5/2018) di ruang Bantaya kantor Wali kota Palu. Menyimpulkan bahwa di bulan Juni potensi hujan masih tinggi. Hal tersebut diungkapkan perwakilan BMKG Fadlan. " Dibulan Juni ada pertemuan angin selatan dan utara. Akibatnya menimbulkan awan-awan lembab yang berpotensi hujan, ‘’ terangnya.

Yang kedua menurutnya, iklim Sulteng sendiri masih dipengaruhi oleh cuaca di Samudra Pasifik. Karena dari hasil sensor BMKG. masih banyak terdapat titik hangat di kota Palu, yang sewaktu-waktu memicu awan, sehingga menghasilkan hujan ringan. Nanti memasuki hupan Juli, intenitas awan maupun hujan akan berangsur-angsur normal. Menurutnya juga, penyebab banjir yang menjadi momok di wilayah Indonesia. Bahkan kota Palu sendiri, adalah tingginya curah hujan, drainase yang kurang memenuhi standar kelayakan, serta kurangnya kepedulian masyarakat, dengan membuang sampah di selokan.

Olehnya, dalam menentukan serta mengantisipasi terkait sholat Ied ( Idul Fitri). Dilaksanakan di lapangan Vatu Lemo, atau di Mesjid-Mesjid. BMKG merekomondasikan bahwa di bulan Juni intenitas hujan masih terjadi. " Namun hal tersebut bukan sesuatu yang mengalahkan kekuasan tuhan. Kita hanya bisa memprediksikan bahwa, dibulan Juni masih terdapat hujan dengan intenitas ringan, " jelasnya.

Sementara itu perwakilan MUI kota Palu Rizal mengungkapkan bahwa fenomena hujan di Palu sendiri merupakan sebuah misteri. Karena biasanya di wilayah lain hujan, namun terkadang di tempat lainya kering. Olehnya, kalau hanya berpotensi hujan sedang. Kita kaji lagi lokasi sholat Idul Fitri di laksanakan di lapangan atau Mesjid-Mesjid di wilayahnya masing-masing.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN