4000-an Bacaleg Lembah Palu Serbu Undata

reportase: ikhsan madjido/zubair

DIPERKIRAKAN Ada sekitar 4000-an bakal calon legislatif (Bacaleg) baik untuk DPRD, DPR dan DPD RI akan memeriksakan kesehatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Undata sesuai rekomendasi KPU pusat. Undata akan mengcover Bacaleg  asal Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu.

Pihak Undata sendiri menguatirkan pihaknya tidak dapat maksimal memberikan pelayanan menghadapi serbuan ribuan Bacaleg  yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. Terlebih, yang dihadapi ada dua poli yakni jiwa dan dalam. Tes medik ini untuk tes poli jiwa memakan waktu selama dua jam karena harus menyelesaikan tes sebanyak 350 pertanyaan. Proses pemeriksaan pertanyaan oleh dokter jiwa ditentukan selama sehari, sehingga proses pengesahan dokumen surat keterangan kesehatan rohani dan jasmani dapat diambil 24 jam setelahnya. Sementara itu, Bacaleg  yang melakukan tes kesehatan di RSUD Undata Palu mengeluhkan birokrasi yang harus dilalui sebelum dan sesudah pemeriksaan. Setelah mendaftar di meja khusus Bacaleg , mereka harus antri bersama pasien umum lainnya untuk tes jiwa dan dalam. Setelah itu berkas hasil pemeriksaan harus diantar sendiri oleh para Bacaleg  untuk ditanda tangani pihak rumah sakit.

‘’Karena ini menyangkut pemilu yang telah diatur dalam undang-undang, maka sebaiknya pemeriksaan kesehatan Bacaleg  semestinya dalam sistem pelayanan terpadu. Tidak kayak begini, kita harus kesana kemari untuk pengesahan berkas,’’ kata salah seorang Bacaleg . Bahkan, Bacaleg  lainnya meminta DPRD provinsi untuk mengundang pemprov, KPU dan IDI membahas masalah ini.

“Karena ini menyangkut tahapan lainnya. Pendaftaran 4 sampai 17 Juli. Kalau Bacaleg  direpotkan dengan birokrasi pemeriksaan kesehatan ini, tentunya akan mengganggu tahapan lainnya,” ujar Bacaleg  yang tidak mau dikorankan namanya.

Sementara yang lain, mengusulkan untuk tes kesehatan dari tiap-tiap caleg berbeda harinya. Misalnya partainya A, disyaratkan tanggal 4 Juli semua Bacaleg  sudah selesai memeriksakan kesehatan, dan seterusnya “Kenapa tidak dilakukan tes kesehatan seperti bapaslon pilkada, yang dilakukan secara terpadu,” tanyanya.

Dari pantauan Kaili Post, sejak pagi puluhan Bacaleg  mendatangi RSUD Undata Palu, Selasa (03/7/2018). Kedatangan Bacaleg  untuk melakukan tes kesehatan sebagai syarat dalam pencalegan mereka sebagai  wakil rakyat. Hasil tes tersebut harus dilampirkan dalam berkas yang diserahkan ke KPU.

“Iya kami hari ini cek kesehatan dan sudah selesai tadi dengan beberapa dokter spesialis,” kata salah satu Bacaleg  lainnya usai menjalani pemeriksaan tadi siang. “Cuma untuk tes jiwa ditutup jam 12, baru hasilnya bisa diambil besok,” tambahnya. Adapun yang diperiksa diantaranya radiologi, rekam jantung, pemeriksaan kejiwaan dan kesehatan umum lainnya. Untuk hasil pemeriksaan akan keluar hari berikutnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, Bacaleg  juga harus melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian dan surat bebas pidana dari Pengadilan Negeri (PN). Sehingga Bacaleg  lain juga mendatangi kantor polisi dan PN untuk membuat surat keterangan dimaksud. “Intinya saya siap menjalani segala proses dalam pencalegan ini dan memenuhi syarat yang harus diserahkan nantinya,” katanya mantap.

Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan, SKCK Kepolisian dan surat bebas pidana memang menjadi syarat yang harus  dilampirkan oleh Bacaleg  sebagai syarat sebelum akhirnya nanti ditetapkan sebagai caleg oleh KPU. Adapun pengajuan daftar calon oleh parpol pada tgl 4-17 Juli 2018. “Mereka belum menjadi Daftar Calon Sementara (DCS) atau Daftar Calon Tetap (DCT) sehinga masih Bacaleg,” katanya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN