BIRO ADMKESMAS GELAR RAKOR PONPES


reporter: firmansyah

BERTEMAKAN Peningkatan manejemen penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, Biro Adminstrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Sekdaprov Sulteng menggelar rapat koordinasi (Rakor) penguatan lembaga pendidikan Ponpes bersama empat pondok pesantren di Sulteng, Selasa (10/7/2018) di hotel Sutan Raja Palu.

Asisten III Sekdaprov Sulten Mulyono dalam sambutanya sekaligus membuka Rakor mengatakan bahwa dalam eksistensinya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, sebelum diproklamirkan kemerdekaan. Selain sebagai institusi keilmuan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan keagamaan, ponpes juga sebagai simbol religius yang terparti didalam perjalanan sejarah bangsa.

Dari data terakhir, ada sekitar Empat puluh delapan ribu ponpes berdiri di seluruh Nusantara. Olehnya lembaga tersebut diharapkan bisa menghasilkan santri yang mampu menguasai iptek dan pemahaman agama, secara sinkron dengan Al Quran dan Hadits sebagai sumber rujukan yang utama, didalam era globalisasi saat ini.

Di samping itu, ponpes juga bisa dijadikan suri tauladan atau panutan bagi sistim sentral pendidikan karakter anak bangsa saat ini. Oleh karena itu, mewakili Gubernur Sulteng, Mulyono memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan tersebut. Selain dijadikan sarana konsultasi, evaluasi maupun monitoring terkait pondok pesantren yang ada di Sulteng, juga bisa menjadikan ajang silaturahim antar stakeholder  ponpes itu sendiri. Selain itu, bisa memberikan data akurat tentang jumlah ponpes yang ada di Sulteng di Kabupaten kota, serta total keseluruhan santri. Sehingga pemerintah bisa memberikan asistensi bantuan lebih lanjut, dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Kasubag bina SDM dan Kebudayaan Prov Sulteng, Budi Lamakka sebagai ketua panitia rakor kepada peserta menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari tersebut, merujuk kepada UU nomor 20 tahun 2000 tentang sistim pendidikan Nasional, peraturan PP Nomor 55 tahun 2007 terkait pendidikan agama dan keagamaan dan Perbup nomor 51 tahun 2006 tentang tugas  fungsi dari sekertaris daerah. Dengan menghadirkan empat nara sumber dari kementerian agama prov Sulteng, Dinkes Sulteng, akademisi Universitas Muhamadiyah Palu dan Biro Administrasi kesejahteraan sosial masyarakat Sulteng.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut lanjut , sebanyak Lima puluh orang. Biaya anggaran dibebankan kepada BTA OPJ Biro Admkesmas tahun anggaran 2018.Keempat pondok pesantren tersebut meliputi Ponpes Alkhairat pusat Palu, Raudhatul Mushabalilkhairat, Madratul Isti dan Al Istoqomah Ngata Baru.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN