Daftar Satu Jam Sebelum Injury Time; Ini Penyebabnya



Reporter: Ikhsan Madjido

PARTAI politik (parpol) memilih masa injury time atau dihari terakhir dalam mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah. Ada dua parpol yang datang hampir bersamaan jelang satu jam sebelum injury time, Selasa malam (17/7/2018) sekitar pukul 23.00 Wita. Dan 1 parpol lainnya 30 menit kemudian. 

“Pembukaan pendaftaran Bacaleg dibuka dari tanggal 14-17 Juli, tapi yang mendaftar sebagian besar di akhir jelang penutupan,” ujar Komisioner KPU Sulteng, Halimah, Selasa (17/7/2018).

Menurutnya, sepanjang pagi sampai sore kemarin (17/7/2018) ada 4 partai yang menyerahkan berkas pendaftaran bacaleg, yaitu Demokrat, PBB dan PDIP yang mendaftar bersamaan, dan Hanura. “Delapan partai mendaftar malam ini (Selasa malam-red) sampai pukul 24.00 Wita. Dan dua parpol diantaranya, Partai Berkarya, dan Garuda mendaftar 1 jam sebelum pendaftaran ditutup, sedangkan PKPI setengah jam sebelum penutupan” katanya.

Kondisi seperti ini, kata dia,  memang sudah biasa ketika penerimaan pendaftaran bacaleg dari partai politik. Nah, fenomena ‘malasnya’ parpol-parpol mendaftarkan para calegnya di awal-awal setelah masa pendaftaran dibuka memang selalu terjadi. Bahkan tak hanya caleg saja, sebelumnya pada Pilkada Serentak 2018, ada juga calon kepala daerah yang mendaftar di akhir masa pendaftaran. Sebenarnya apa sih alasan parpol-parpol lebih memilih mendaftarkan calegnya pas last minute?

Kesulitan Input Data ke Silon
KPU sendiri mewajibkan caleg di Pemilu 2019 untuk mendaftarkan diri melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Silon dimaksudkan untuk mempermudah pengecekan dan mendeteksi adanya kegandaan data. 

Nah, melalui Silon ini, nantinya caleg hanya boleh mendaftarkan diri di satu daerah saja dan melalui satu partai politik peserta pemilu. Lalu, lewat Silon juga masyarakat akan mendapatkan informasi mengenai data caleg yang akan dipilih. 

Salah satu data yang akan ditampilkan dalam Silon caleg tersebut adalah foto, profil keluarga, pengalaman organisasi, hingga riwayat pendidikan.

Sayangnya, keberadaan Silon sendiri sejauh ini justru kurang dimaksimalkan oleh parpol untuk mendata caleg mereka. Padahal, berkas bakal caleg yang didaftarkan parpol ke KPU, mesti sesuai dengan yang diunggah ke Silon.  Sejauh ini, ada sejumlah parpol yang seolah tidak antusias mendaftarkan bakal caleg ke Silon KPU. Misalnya saja, ada Partai yang paling lambat mendaftarkan bakal calon anggota DPRD untuk Pemilu 2019 ke Silon KPU. 

Ada partai baru menginput satu berkas bakal caleg ke Silon per 8 Juli lalu jika merujuk dari data helpdesk  KPU. Selain itu, ada juga baru mendaftarkan dua daerah pemilihan (dapil) di Silon. Ada juga partai baru yang juga baru mengunggah satu berkas bakal caleg dan mendaftar satu dapil di Silon. Komisioner KPU mengatakan bahwa pihaknya siap membantu jika parpol kesulitan menginput berkas bakal caleg ke Silon.

Masih Lakukan Politik Transaksional
Alasan masuk akal lainnya kenapa parpol cenderung mendaftarkan calegnya di masa injury time adalah karena kemungkinan masih ada politik transaksional. Seperti sudah jadi kebiasaan, parpol kerap memilih jalan pintas saat memilih calegnya.

Ya, parpol-parpol yang minim melakukan rekrutmen dan kaderisasi cenderung masih akan memilah-milih sosok caleg yang akan diandalkan di pemilu. Hal itulah yang akhirnya membuat waktu yang ada menjadi terbuang hanya untuk menyeleksi caleg.

Tentu, politik transaksional itu biasa di internal parpol jelang pemilu. Apalagi bagi parpol-parpol yang tak menerapkan kaderisasi secara baik.

“Partai (partai politik) memang tidak pernah secara matang menyiapkan sistem rekruitmen dan kaderisasi berjenjang untuk menyiapkan para bakal calegnya,” kata Pengamat politik dari PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa, 10 Juli.

Ari menambahkan bahwa parpol memang cenderung dominan dikendalikan oleh pertimbangan pragmatis untuk mengusung caleg yang siap modal dan siap menang. Melihat fenomena itu, Ari menyarankan agar sistem seleksi politik nasional bisa dibenahi dan kaderisasi harus dijalankan parpol.

“Penjaringan caleg di internal partai sudah biasa melewati seleksi di lorong gelap yang rentan terhadap praktik transaksional, bukan seleksi secara transparan dan akuntabel,” ucapnya.**

Biar Bisa Jadi Perhatian Publik
Biasanya parpol-parpol yang mendaftarkan calegnya di masa injury time memang terkesan ingin mencuri perhatian. Bagaimana tidak, di saat KPU dan publik sudah menunggu sampai batas akhir pendaftaran, tiba-tiba parpol datang untuk mendaftar.

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan cara-cara unik parpol mendaftarkan caleg atau calon kepala daerah yang menggunakan becak, mobil bak terbuka, naik sepeda, atau bahkan jalan kaki. Betul kan?

Nahjika mendaftarkan caleg dengan cara unik seperti itu dan dilakukan di masa injury time, bukankah bisa menarik perhatian publik?

Tentu momentum mendaftarkan caleg di masa akhir pendaftaran itu, bisa saja dimanfaatkan parpol agar menjadi sorotan. Apalagi, kalau sudah jadi sorotan, maka parpol dan caleg yang didaftarkan, kemungkinan besar akan mudah dikenal publik.

Pemungutan suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sendiri akan berlangsung serentak dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yakni pada 17 April 2019.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN