Disorot, Silpa Rp97 M Terlalu Besar

reporter: firmansyah/antarasulteng

SISA Anggaran 2017 Palu sebesar Rp97 miliar mendapat sorotan. Sejumlah anggota Dekot menilai hal itu adalah bukti kurang maksimalnya penggunaan anggaran ke sejumlah program yang sudah direncanakan. Di sisi lain, ada banyak aspirasi warga kota yang tidak sempat diakomodir setiap tahun ke dalam APBD.

Pada rapat paripurna kemarin (2/7/2018) penjelasan Wali Kota atas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) TA 2017, diketahui sisa penggunaan APBD (Silpa) sebesar Rp97.039.433 (Sembilan tujuh miliar tiga puluh sembilan juta empat ratus tiga puluha tiga rupiah) dari total anggaran sebesar Rp1.578.996.071.38.

Asisten I Sekdakot, Moh Rifani Pakamundi menjelaskan realisasi pendapatan kota sebesar Rp1.340.647.292.633.58 (Satu triliun tiga ratus empat puluh miliar enam ratus empat puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh dua ribu enam ratus tiga puluh tiga rupiah). Pengeluaran belanja sebesar Rp1.245.186.845.688.68 (Satu triliun dua ratus empat puluh lima miliar seratus delapan puluh enam juta delapan ratus empat puluh lima ribu enam ratus delapan puluh delapan rupiah).

Realisasi penerimaan pembiayaan daerah Rp32.536.677.560.38 (Tiga puluh dua miliar lima ratus tiga puluh enam juta enam ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus enam puluh rupiah). Pengeluaran sebanyak Rp30.957.681.489.00 (Tiga puluh miliar sembilan ratus lima puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh satu ribu empat ratus delapan puluh sembilan rupiah).

Anggota Komisi B Ridwan Alimuda menegaskan bahwa masih tingginya anggaran sisa dari pengunaan APBD TA 2017 sebanyak itu mengisyaratkan kurangnya optimalisasi perencanaan penganggaran.

Menurutnya jika Silpa digunakan untuk pembangunan infrstruktur jalan muapun gang yang ada di kota Palu lebih bermanfaat lagi. ‘’Silpa sebanyak itu jika dipergunakan untuk menyikapi dari asprasi warga Palu, saya rasa lebih banyak manfaatnya. Ini menandakan bahwa kinerja dari OPD yang banyak kelebihan sisa anggaran, belum optimal kinerjanya. Olehnya saya mengimbau agar ke depannya tidak terjadi lagi hal yang serupa,’’ tandasnya.

Ridwan Alimuda menilai Silpa yang besar bukan prestasi dalam tata kelola keuangan daerah. Akibat daya serap dan daya optimal kurang. Menurutnya, besarnya Silpa menunjukkan Pemkot belum maksimal merealisasikan APBD tahun anggaran 2017.


‘’Kalau kita melihat kinerja OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkot dalam mengoptimalkan anggaran yang diberikan pada APBD tahun anggaran 2017 belum maksimal," katanya. Padahal dana tersebut kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Palu itu, dapat digunakan untuk merealisasikan aspirasi masyarakat yang ditampung anggota DPRD Palu saat melakukan reses ke daerah pemilihannya dari pada hanya menjadi Silpa.

Ridwan mengatakan meskipun Pemkot Palu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sulteng atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Palu tahun anggaran 2017, bukan berarti pemerintah tidak memperdulikan dana Silpa yang tersisa sebesar itu. "Ke depan kalau LKPD Pemerintah Kota Palu meraih WTP lagi jangan sampai Silpanya terlalu besar," harap Ridwan.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN