Dua Relawan Pilpres Mulai Aksi di Palu


 
Reporter: Firmansyah/Ikhsan Madjido

RATUSAN Massa dengan tagar #2019GantiPresiden tergabung berbagai ormas melakukan aksi damai Sabtu pekan kemarin lalu. Rencananya, aksi akan melakukan orasi di bundaran Tugu Nol Kilometer, di Jalan Hasanuddin Palu. Namun di saat bersaman terjadi aksi yang sama dari teman Jokowi mengelar aksi serupa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak keamanan mengalihkan titik orasi mereka ke taman GOR.

Salah seorang orator, Ilyas mengungkapkan bahwa konsolidasi 2019 ganti presiden tersebut murni dari panggilan hati nurani. Bukan bertujuan untuk mengganggu stabilitas keamanan di Sulteng, atau ingin memecah belah keutuhan NKRI. Tidak ada tendensi politik didalamnya, bukan koalisi partai. Hal ini merupakan murni gerakan umat yang telah jenuh dengan kepemerintahan saat ini.


Hal senada juga diungkapkan orator lainya, Ijal Prasetyo. Menurutnya gerakan tersebut merupakan koalisi umat yang akan maju di tahun 2019, untuk memilih pemimpin yang layak bagi bangsa Indonesia. Tokoh ulama tidak bisa dipisahkan dari perjalanan negara, mulai dari masa penjajahan hingga saat ini. Namun kenyataanya, para ulama tersebut dalam pemerintahan direzim ini,  banyak terdzolimi. Selain itu, dia juga menyesalkan dengan menjamurnya tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan yang ada di Sulteng. Sehingga tenaga kerja lokal terpinggirkan oleh kehadiran mereka. Menurutnya akan ada lagi aksi besar-besaran yang akan mereka lakukan kedepanya, dalam mendorong hastage 2019 ganti Presiden tersebut.

Salah seorang presedium aksi, Andi Akbar kepada sejumlah Media menegaskan bahwa gerakan massa dihari ini bukan gerakan politik, adapun mereka yang ikut atas nama parpol, semua atribut partai ditanggalkan semuanya. namun murni dari masyarakat yang tidak puas dengan rezim pemerintahan saat ini. Konsilidasi tersebut sudah dikoordinasikan sebelumnya dengan komando pusat, seperti Mardani Ali Sera, untuk aksi hari ini.


‘’Kemungkinan besar, awal Agustus akan ada aksi yang lebih besar lagi, dengan menurunkan massa di seluruh kabupaten kota yang ada di Sulteng. Di hari ini juga ada aksi serupa dari Teman Jokowi, namun kami tidak pernah menyesalkan atau merasa terganggu dengan mereka. Warga negara Indonesia memilik hak konstitusional untuk menentukan sikap. Kami hanya ingin gerakan ini terselelenggara dengan aman dan damai, " ungkapnya. Aksi damai 2019 ganti presiden berakhir dipukul 17.50 wita dengan aman dan tertib, atas pengawalan ketat aparat dari kepolisian Resort Palu.

Sebelumnya, Jum’at (27/07/2018) JT mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi 2 Periode, di areal Pasar Manonda Jalan Kunduri, Palu Barat. Deklarasi yang dihadiri para relawan, pengunjung serta masyarakat sekitar Pasar Inpres Manonda Kota Palu, juga dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Teman Jokowi, Andre Opa Sumual dan Budi Ace.

Pada deklarasi tersebut, Ketua DPP Teman Jokowi Andrea Opa Sumual mempercayakan Erick Tamalagi sebagai ketua tim kerja Teman Jokowi Sulawesi Tengah. Andrea Opa Sumual mengatakan, Teman Jokowi ini merupakan wadah bagi masyarakat tanpa mengenal agama, ras, suku, dan golongan untuk secara bersama-sama mendukung Jokowi sebagai presiden untuk periode ke-2.

“Yang menjadi sasaran Teman Jokowi ini antara lain para kaum muda dan kaum milenial. Kenapa demikian, karena menurut survey ada sekitar 30 persen kaum muda itu terlibat dalam pemilihan umum nanti. 30 persen tersebut bila dihitung dengan wajib pilih saat ini yaitu sekitar 20 juta pemilih potensial,” ujar Andrea Opa Sumual.


Selain anak muda, Teman jokowi juga akan memasuki masyarakat petani. Hal ini dikarenakan sekitar 20-30 persen pemilih Jokowi pada periode sebelumnya adalah masyarakat petani. Bukan hanya itu, dengan dideklarasikannya Teman Jokowi sejak 19 Juli 2018 ini menegaskan untuk mendukung proses pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi di Indonesia.

“Proses pembangunan itu perlu berkesinambungan, untuk itulah kami mendorong Presiden Jokowi melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2019-2024,” paparnya. Pada deklarasi yang ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Erick Tamalagi, dinyatakan bahwa selama lima tahun kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo, kekuasan negara tidak lagi menjadi alat yang memasung dan menghambat kemajuan partisipasi rakyat.

"Hak-hak dasar partisipasi rakyat untuk berpolitik telah mendapatkan ruang ekpresinya masing-masing," jelas Erick. Namun, kata dia, keberhasilan pembangunan di bawah Pemerintahan Joko Widodo selama satu periode, mendapat tantangan dan hambatan yang mengancam kesatuan dan persatuan bangsa dalam Bhineka Tunggal Ika.

Deklarasi Relawan Teman Jokowi menyatakan tiga poin penting yakni mendeklarasikan berdirinya simpul relawan Teman Jokowi di Sulteng, mendukung dan memperjuangkan sekuat tenaga Joko Widodo untuk memenangkan kembali Pilpres 2019, serta mengajak seluruh masyarakat Sulteng untuk menyatukan kekuatan dalam barisan Teman Jokowi Sulteng.

Pemilihan tempat deklarasi di ruang publik, yakni Pasar Inpres Manonda Palu, sebagai penegasan jika Teman Jokowi bukanlah relawan yang eksklusif.

"Kalau selama ini deklarasi dilakukan di kafe atau ruangan tertutup, kesannya agak eksklusif, hanya orang-orang tertentu yang mau hadir. Kalau diruang publik, kan semua bisa hadir dan berpartisipasi," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal TJ Budi Ace menambahkan, bahwa sampai saat ini dari berbagai survey, Jokowi menempati posisi tertinggi dibanding lawan-lawan politiknya.

“Bukan hanya itu, tokoh masyarakat yang sebelumnya berseberangan dengan beliau sekarang ikut mengakui dan puas dengan kinerja Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Hasil kerjanya memang nyata dan jelas,” imbuh Nurdin.

Mengenai target, Budi menyatakan bahwa pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi menang di Sulteng sekira 53 persen. Kalau ada Teman Jokowi saat ini, harus bisa lebih besar lagi sekitar 57 persen.

Teman Jokowi secara resmi dideklarasikan di Jakarta pada 16 Maret 2018 dan telah terbentuk di 34 provinsi se-Indonesia serta di luar negeri. Daerah yang sudah mendeklarasikan diri seperti Provinsi DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Daerah yang belum mendeklarasikan Teman Jokowi, koordinasi masih dalam bentuk group media sosial whatsapp.

Sedangkan perwakilan TJ di luar negeri seperti di Stutgart, Frankfurt, Bonn, Den Haag, Amsterdam, Paris, Brussels, Oslo, Abu-Dhabi, Kairo, Oman, San Fransisco, Los Angeles, Kansas, Hongkong, Makau, Tokyo, Oarai, Gifu, Osaka, Singapura, Kuala Lumpur, Melbourne, Manchester dan London.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN