Hendro, Mantri Yang Dianggap Dokter Spesialis



 
Foto : Mantri Hendro/KP

Reporter/Poso: Ishak Hakim

DWI HENDRO Riyanto Tikarso yang kerap di sapa Yanto Pria (34) tahun ini, menggeluti profesinya sebagai mantri kesehatan yang dianggap warga desa pedalaman Ampana sebagai dokter spesialis beragam penyakit. Tugas Yanto di Kelurahan Dondo Barat Kecamatan Ratolindo  Ampana ini  tergolong sangat berat. Dia harus melayani warga di duabelas desa di wilayah pedalaman. Jarak antar desa pun hanya dapat dilalui menggunakan katinting atau butuh waktu sekitar  2-3 jam. Jika ombak lautan besar, maka nyawa menjadi taruhan.

Yanto  sudah bertugas sebagai mantri sejak 2007 silam. Statusnya masih tenaga kontrak dengan gaji pertama kontrak Rp 400 ribu / bulan. Meski belum Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi kegigihan kerjanya tidak menyurutkan langkahnya untuk selalu menjadi yang terbaik buat warga yang membutuhkan pertolongan.

"Gaji satu juta rupiah baru berjalan sekitar setahun. Sebelumnya gaji saya hanya 400 ribu rupiah," kata yanto saat ditemui Kaili Post, Sabtu lalu (21/7/2018). Yanto kadang bertugas sendiri menjadi tenaga kesehatan di dua belas desa. Letak dua belas desa yang menjadi tugas Yanto ini terletak sangat jauh dengan Kota Ampana. Dari pusat kota, menuju ke kampung itu butuh waktu sekitar dua jam. Tiba di Pelabuhan, untuk ke Desa Baulu Kepulauan harus naik Ketinting dan butuh waktu berjam-jam.

Jalur  transportasi satu-satunya ke desa ini cuma menggunakan ketinting. Jika cuaca buruk, maka masyarakat di sana harus menantang maut untuk sampai. Di Katinting, tidak ada baju pelampung yang disediakan.

Selama ini, Yanto selalu melayani warga yang membutuhkannya. Ayah yang mempunyai 5 orang anak ini setiap hari melakukan kewajibanya demi untuk menghidupi keluarganya, terkadang ketika ia bertugas di Desa Baulu Kepulauan ketika cuaca buruk yanto biasanya nginap dipulau itu. Meski demikian, Yanto tetap melayani warga yang sakit dengan ikhlas.

Panggilan tugas mengobati warga sering didapatinya kala malam menyapa. Warga yang menderita berbagai penyakit kerap mendatanginya atau dia harus bergerak ke rumah pasien. Sebagai seorang Mantri, tanggung jawab kesehatan warga di duabelas desa adalah tanggung jawab Yanto.

Pria lulusan Akper di Landangan Kabupaten Poso ini berkisah, beragam penyakit di desa pernah ditanganinya. Jika kondisi pasien sudah terlalu parah, biasanya langsung dirujuk ke pusat kecamatan atau langsung dibawa ke Ampana. Perjalanan yang ditempuh memang tidak mudah. Pasien harus dibaringkan dalam Kapal penyebrangan kemudian dibawa turun menyusuri lautan.

Sementara untuk penyakit ringan, langsung ditangani Yanto dengan stok obat tersedia. Biasanya ada warga di sana yang sakit “ Kurang Mampu”  meminta pertolongan, tanpa pikir panjang Yanto langsung bergegas menjenguk si pesakit lalu diobatinya. Tapi ada juga pasien - pasiennya kerap minta disuntik meski harus mengeluarkan biaya puluhan ribu.

"Sekali suntik itu Rp 40 ribu. Dalam sehari kadang dapat pasien 2 atau 3 orang bahkan lebih. Terkadang juga ada keluarga yang kurang mampu ingin berobat, saya berikan pengobatan gratis untuk mereka. Karena mereka juga manusia yang ingin sembuh," sahut yanto.

Selain mengobati beragam penyakit, Yanto juga kerap membantu warga pedalaman untuk melakukan Khitanan masal. 

“ Selain tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang Mantri, ini adalah salah satu bakti sosial yang bisa saya lakukan dan mungkin juga ini adalah salah satu amal ibadah yang bisa saya kerjakan dengan penuh keikhlasan,” ungkap ayah lima anak ini. **



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN