Kisah Sepatu Zohri


Sumber : cnn indonesia/kompas.com

ADA CERITA Menarik dari sprinter nasional Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, yang berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas pada nomor 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 2018.

Kisah tersebut datang dari sang kakak kandung, Baiq Fazilah. Mengetahui kemenangan Lalu Muhammad Zohri di pentas internasional, Baiq Fazilah sontak teringat dengan perjuangan adiknya menjadi atlet nasional. Untuk itu, Baiq Fazilah pun bersyukur.

"Setelah melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud syukur kepada Allah SWT," kata Baiq Fazilah yang dilansir dari Kompas. Lebih lanjut, Baiq Fazilah mengatakan bahwa adiknya tersebut ialah sosok yang pendiam dan tidak pernah menuntut apapun.

Dia juga bercerita tentang Zohri yang ketika latihan tidak memakai alas kaki karena tidak mempunyai sepatu khusus untuk lari. "Dia (Lalu Muhammad Zohri) anaknya pendiam dan tidak pernah menuntut ini itu. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki, karena tidak punya," ungkap Baiq.

Kini, Zohri berpeluang besar menggapai cita-citanya. Pemuda berusia 18 tahun itu memiliki cita-cita yang mulia yakni membanggakan dan membuatkan sebuah rumah untuk keluarganya. "Cita-citanya mau banggakan keluarga dan buatkan rumah," tutur Baiq Fazilah.

Lalu Muhammad Zohri merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ketiga orang kakak Zohri masing-masing bernama yakni Baiq Fazilah (29), Lalu Ma`rib (28), dan Baiq Fujianti (Almh). Lalu Muhammad Zohri berhasil membawa nama Indonesia melambung dengan menjadi juara pertama nomor 100 meter putra pada kejuaraan dunia tersebut.

Pada kejuaraan yang digelar di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018) itu, Zohri sukses mengalahkan dua pelari unggulan dari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Keberhasilan sprinter 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu pun sudah sampai ke telinga pemerintah Indonesia.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN