Minat Minim, BEI Rubah Inklusif


 
Reporter: Randi Rawuli

JUMLAH Investor di Pasar Modal Indonesia masih minim. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Fahmin Amirullah dalam kesempatan Training of Trainer OJK (24/07/2018) mengungkapkan kepada wartawan sampai Juni 2018 baru 1.526 sub rekening efek tercatat dalam data investor Provinsi Sulawesi Tengah.

Di kota Palu saja hanya tercatat ada 826 Sub Rekening Efek, di bandingkan dengan total 400 ribu penduduk Kota Palu berarti hanya sekitar 0,2 persen saja dari masyarakat khususnya Kota Palu yang memilih menginvestasikan dananya ke Pasar Modal mengingat investasi di Pasar Modal merupakan salah satu pilihan investasi yang menguntungkan.

Hal ini tidak lepas dari proses literasi mengenai Pasar Modal yang belum Merata kepada masyarakat Sulawesi Tengah Pada Khususnya, Fahmin Amirullah mengakui Bursa Efek Indonesia memang masih belum dikonotasikan sebagai  industri yang eksklusif, tetapi semangat dari OJK dan Bursa Efek ingin menjadikan Bursa Efek Indonesia bersifat inklusif untuk semua masyarakat, salah satu buktinya adalah dengan peraturan dari OJK dan Bursa Efek dimana jumlah maksimal Investasi tidak lagi di batasi dan hanya membatasi jumlah minimum investasi menjadi 100 ribu rupiah. “jadi hanya dengan 100 ribu siapapun bisa melakukan transaksi di pasar Modal” Ungkapnya.
Selain itu yang membuktikan bahwa Bursa Efek merupakn instrumen yang inklusif yang tidak hanya diperuntukan untuk golongan tertentu adalah dari perubahan proses kepemilikan saham, sebelumnya untuk mendapat kepemilikan saham minimum 1 lot sejumlah 500 lembar, artinya modal yang harus di keluarkan terhitung besar, sekarang minimum kepemilikan saham adalah 1 lot sejumlah 100 lembar, jumlah modal yang di butuhkan semakin kecil, misalnya harga saham terendah di indonesia 50 rupiah perlembar saham di kalikan jumlah minimum 100 lembar saham sama dengan 5000 rupiah, jadi cukup dengan 5000 rupiah sudah dapat memiliki 1 lot saham di Pasar Modal, tambahnya.

Jadi dengan berbagai kemudahannya sekarang tidak lagi hanya kalangan tertentu saja yang dapat melantai di Bursa Efek Indonesia, semua kalangan masyarakat mendapat kesempatan yang sama untuk membuka rekening Bursa Saham dan bergabung di Bursa Saham Indonesia.

Namun, Fahmin Amirullah menambahkan agar masyarakat tetap memperhatikan prospek dan nilai Perusahaan dalam membeli saham, karena yang di beli  bukanlah lembar lembar sahamnya melainkan prospek dan nilai perusahaan itu sendiri.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN