Narkotika = Kejahatan Luar Biasa


 
Sumber : Humas Pemprov

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan sejumlah kasus narkoba beberapa tahun terakhir tampak mengejutkan bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari penyelundupan dan peredaran gelap narkoba yang masuk ke dalam wilayah Indonesia yang tidak hanya terjadi di wilayah daratan, melainkan terjadi di wilayah perairan RI.

Perang besar terhadap narkoba menuntut seluruh komponen masyarakat maupun elemen bangsa untuk bergerak secara aktif melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara. Kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa, yang harus diatasi secara serius, apabila tidak ditanggulangi dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Sambutan tertulis Presiden dibacakan Sekertaris Daerah, Hidayat Lamakarate  dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2018, bertempat di Swiss Ball Hotel, Kamis 12 Juli 2018. Presiden mengakui masalah yang ditimbulkan narkoba akan terus menggerogoti bangsa dari hulu sampai hilir, dari generasi ke generasi dan menjadi ancaman terbesar bagi bonus demografi bangsa pada tahun 2030 nanti. Karena jika masalah narkoba tidak ditanggulangi maka bonus demografi penduduk  akan menjadi beban bangsa, generasi muda sebagai estafet perjuangan bangsa akan dirusak oleh narkoba. Hal ini menjadi ancaman serius terhadap eksistensi negara yang berdampak pada ketahanan nasional.

Dalam mengatasi permasalahan narkoba diperlukan strategi khusus, yaitu keseimbangan penanganan antara pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan. Pendekatan penegakan hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok narkoba mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya. Sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai para pengguna narkoba yang ketergantungan untuk mendapatkan perawatan atau rehabilitasi.

Selain pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan, upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat harus dioptimalkan untuk turut serta aktif dalam menanggulagi permasalahan narkoba.

Sesuai tema HANI pada tahun 2018 dari United Nations Office Drugs And Crimes (UNODC) adalah “listen first, listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe”. Hal ini selaras dan sejalan dengan tema HANI Negara kita yaitu untuk menyatukan dan menggerakan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigjend. Pol. Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA dalam laporannya menyampaikan berdasarkan hasil survey nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi tahun 2017 yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia, diperoleh angka prevalensi penyalahguna narkoba sebesar 1,77% dari total penduduk Indonesia atau sejumlah 3.376.115 orang pada kelompok usia 10 – 59 tahun. Selain itu, terdapat 12.000 orang meninggal sia-sia setiap tahunnya akibat penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di dalam masyarakat menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dengan korban yang meluas, terutama di kalangan anak-anak, remaja, generasi muda, oknum aparatur sipil negara, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala daerah, hingga di lingkungan pesantren.

Penggunaan teknologi internet untuk perdagangan dan peredaran gelap narkoba pun meningkat, baik dari segi nilai transaksinya maupun jenis yang diperdagangkan. Selain itu, munculnya jenis-jenis narkoba baru atau new psychoactives substances (NPS) turut menambah tantangan dan hambatan dalam upaya menanggulangi permasalahan narkoba.

Bedasarkan data yang dikeluarkan oleh UNODC dalam world drug reports 2017 bahwa sejak tahun 2009 sampai dengan 2016, telah terdeteksi sebanyak 739 total NPS yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 106 negara dan 71 jenis di antaranya sudah beredar di Indonesia di mana sebanyak 65 jenis sudah diatur dalam peraturan menteri kesehatan nomor 7 tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika, sedangkan yang 6 jenis belum diatur.

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2018, juga dirangkaikan dengan Talk Show, dengan nara sumber Hidayat Lamakarate, Kepala BNNP Sulawesi Tengah, Brigjen. Pol, Drs, Andjar Dewanto, mantan penyalahguna narkoba, dan dipandu akademisi Untad, Dr. Ir. Nur Sangaji. DEA.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN