Program Kaili Day SMPN 7 Palu, Lestarikan Budaya Lokal


Reporter: Ikhsan Madjido

KEPALA SMPN 7 Palu menilai dunia pendidikan berkontribusi besar dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal.  Pasalnya, penduduk Kota Palu khususnya yang menyekolahkan anaknya di institusi pendidikan, berasal dari berbagai daerah yang memiliki tradisi dan budaya masing-masing.

“Mengenalkan budaya Palu, utamanya Bahasa Kaili menjadi bagian tanggung jawab dunia pendidikan pada warga Palu maupun yang berasal dari luar Palu,” kata Kepala SMPN 7 Palu, Masaat, sesaat setelah penanda tanganan MoU sekolah adiwiyata, di ruang kerjanya, Rabu (18/7/2018).

Bahasa Kaili sebagai warisan nenek moyang yang turut memperkaya khasanah dan keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia, perlu dilestarikan. Olehnya itu, pada tahun ajaran ini, SMPN 7 Palu akan mencanangkan program Kaili Day di sekolah.

“Rencananya sekali seminggu dilaksanakan Kaili Day, yakni pada hari Jum’at. Jadi, guru dan siswa diharuskan berbahasa Kaili pada saat di luar ruangan. Bukan hanya bekomunikasi lisan, tapi bacaan pun harus berbahasa Kaili,” terang Masaat.

Dengan demikian, siswa berasal dari luar Palu bisa belajar bahasa Kaili dan secara bertahap akan memahami budaya dan tradisi Kaili.

Namun, sebelum dicanangkan program ini akan dirapatkan dan disosialisasikan dulu dengan orang tua siswa.

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 7 Palu, Harjun Arubamba sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Karena dinilai program ini merupakan salah satu upaya sekolah, untuk mengajarkan siswa agar mencintai tradisi dan budaya Kota Palu, sehingga tradisi tersebut bisa terus diketahui oleh generasi-generasi selanjutnya.

“Sehingga, tidak ada lagi kata malu menggunakan bahasa daerah, tetapi harus semakin bangga dan mencintai bahasa Kaili. Sebab, jika bukan kita, penduduk Kota Palu yang mencintai bahasa nto tua ta, isema vai yang akan menjaga budaya tersebut,” jelasnya. 

Selain program Kaili Day, SMPN 7 Palu sejak April 2018 telah memprogram pelatihan kesenian tradisional. Beberapa even lomba kesenian telah diikuti sebagai buah hasil pelatihan. “Untuk kegiatan festival Indonesiana 2018, beberapa siswa kami diikutkan dalam kesenian perkusi,” kata Masaat.
Pelatihan kesenian ini dibimbing oleh tenaga pelatih dari dewan kesenian Palu (DKP). “Kami bayar dengan dana BOS Rp5 ratus per bulan, untuk 2 orang tenaga pelatih,” ungkapnya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN