Ratusan Hektar Gagal Panen, Donggi Senoro Didemo


Reporter Luwuk: Imam Muslik

FORUM PEMUDA Toili Bersatu (FPTB) bersama sejumlah petani dari tujuh gabungan kelompok tani (Gapoktan) kembali melakukan aksi damai (protes) di jalan umum Desa Tirta Jaya Kecamatan Toili, Sabtu (28/7/2018). Aksi dimulai pukul 08.00 Wita. Aksi memerotes aktivitas PT Pertamina EP di CPP Donggi - Matindok Field Asset 4 di Desa Dongin Kecamatan Toili Barat.

Aksi diduga karena aktivitas perusahaan plat merah itu menghambat aliran air ke ratusan hektar sawah petani Desa Tohitisari. Sehingga membuat tiga musim panen terakhir petani merugi. ‘’Bayangkan saja, ada tujuh Gapoktan yang menjadi korban, dalam satu Gapoktan terdapat 25 kelompok tani, kasihan petani kita kalau ini berjalan terus," tutur Ketua FPTB Samsul Arif saat diwawancarai.

Lanjutnya, tidak hanya itu saja, selama adanya perusahaan migas di wilayah yang dikenal lumbung padi Sulteng itu, petani mengaku belum pernah mendapatkan perhatian perusahaan tersebut melalui program pemberdayaan maupun CSR Pertamina EP. ‘’Ini yang kita akan perjuangkan, dalam aksi kita ini terdapat sembilan tuntutan yang beberapa di dalamnya memperjuangkan nasib petani kita," tambahnya lagi.

Untuk itu, setelah aksi ini, FPTB akan melayangkan surat undangan kepada pihak Pertamina EP dan unsur Muspika Dataran Toili pada Senin (30/7/2018) di ruang pertemuan Kantor Camat Toili untuk membahas masalah tersebut.

Massa aksi melakukan pemalangan jalan dengan menghentikan empat unit mobil tangki milik PT Ramai Jaya Abadi (RJA) yang memuat limbah CPP Donggi Kondensat. Dan kumpulan petani yang melakukan aksi dan membentangkan sepanduk yang bertuliskan "PT Pertamina Perusak Lahan Petani Toili".

Dengan berbagai pertimbangan sehingga massa aksi bersepakat untuk melakukan pertemuan Senin (30/7/2018) hari ini. Sehingga aksi pun berakhir pada pukul 11.00 Wita dan 4 unit mobil tangki pemuat kondensat melanjutkan perjalanannya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN