Sewa Bandwith Rp4,1 M Pemkot Dipertanyakan


PAKET Proyek Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi - Base Transcelver Station (BTS) atau pusat  pemancar telekomunikasi dalam memudahkan akses internet di Dinas Kominfo Pemkot senilai Rp4,1 miliar dipertanyakan. Pasalnya, sesuai dengan postingan di laman LKPP, bahwa proyek itu selesai pada Pebruari 2018 lalu. Nyatanya, pengadaan bandwith Rp4,1 miliar itu hingga Juli 2018 belum terpasang di 33 OPD, 46 kelurahan dan delapan kecamatan. Berikut penelusuran Kaili Post untuk laporan pekan ini.
Reporter    : firmansyah

Proyek Pembinaan dan pengembangan jaringan komunikasi dan informasi atau BTS ( di Dinas Kominfo Pemkot senilai Rp4,1 miliar itu berujuan untuk mendukung Visi dan Misi Pemkot. Karena bertujuan untuk mendukung misi pertama yaitu ‘ pemetaan sumber daya Kota palu berbasis IT dan misi ketiga kelurahan inovasi unggul dan mandiri berbasis Iptek bagi kemandirian ekonomi kerakyatan.

Proyek itu sejak awal memang diharapkan Wali Kota Hidayat untuk mengakselerasi tiga misi di atas. Daya dukung itulah maka disiapkan di APBD 2018 proyek tersebut. Pada laman LKPP, proyek itu katagori E-katalog dan E – purchasing. Artinya, proyek itu tidak ditender dengan kualifikasi layaknya Perpres. Hanya ditawarkan dalam online dan menunggu pendaftar (peminat/penawar).

Penelusuran Kaili Post, setidaknya ada ratusan penawar ‘paket sewa bandwith’ yang terkesan sangat aneh dan kemahalan harga itu. bila E-purchasing, maka tak jauh beda dengan pola jual – beli. Artinya beli barang dan selesai. Olehnya, dalam laman LKPP hanya disebut waktu awal proyek Januari 2018 dan akhir Pebruari 2018.

Padahal, Pemkot (OPD/kecamatan/kelurahan) sendiri selama ini faktanya belum memiliki infrastruktur untuk baik PO dan Wifi, tapi telah melakukan E-purchasing sewa Bandwith. ‘’Ya ini yang aneh. Apakah pihak Diskominfo paham soal IT saya juga meragukan. Klop lagi pihak DPRD kok meloloskan kegiatan yang tidak jelas sasaran dan benefitnya ini,’’ ujar salah satu pemilik jaringan sewa bandwith di Palu yang dikenal masyarakat luas.

Informasi yang dikemas menyebut bahwa paket ‘sewa bandwith miliaran’ itu dipercayakan pada Indosat. Sayang, informasi ini telah diverifikasi berkali-kali namun sulit diperoleh. Karena kantor Indosat di Palu tidak ada. Nomor kontak pun sulit ditemukan. Pihak Diskominfo Palu pun enggan memberikan dengan dalil hal itu ada pada pihak proyek.

Keanehan lainnya, nama paket adalah sewa bandwith untuk OPD dan kelurahan. Bila dirinci, maka OPD (badan dan dinas) ada 33 kantor, delapan kantor kecamatan dan 46 kantor kelurahan. Dengan dana Rp4,155 miliar itu dapat dipastikan akan menyulitkan pihak rekanan dengan jangka waktu Januari – Pebriari 2018. ‘’Coba cek di lapangan. Apakah sampai Juli proyek itu sudah bermanfaat bagi OPD dan kelurahan?,’’ tandas sumber lagi.

BTS TIDAK BERFUNGSI

Beberapa kantor kelurahan yang diuji petik, menyebutkan bahwa BTS atau pusat  pemancar telekomunikasi dalam memudahkan akses internet, yang terhubung antara OPD dan Kominfo implementasinya belum terwujud hingga saat ini. Kamis (5/7/2018) di dua kelurahan dan kecamatan yang ada di wilayah barat Palu, hal tersebut belum berjalan sebagai mana mestinya.

Di kantor Lurah Tawanjuka, Suasni mengatakan bahwa untuk jaringan internet (Wifi) yang merupakan program dari pemerintah telah terakomodir di kelurahannya. Namun menyoal akses jaringan yang menghubungkan OPD dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tidak berfungsi. ‘’Saya tidak mengerti untuk apa alat ini di ruangan saya,’’ terangnya sambil memanggil stafnya.

Salah seorang staf kelurahan Iswani mengungkapkan tahun lalu dari Kominfo mendatangi kantor mereka untuk melakukan audit BTS tersebut. karena tidak dapat difungsikan.  ‘’Sebelumnya alat ini sudah ada langsung dari Kominfo. Tapi karena tidak difungsikan, akhirnya diaudit serta dilakukan pelatihan operator dari alat itu. Namun hingga saat ini, tidak kelanjutannya. Menurut kabar bahwa alat tersebut belum lengkap komponennya, sehingga terbengkalai. Kami juga tidak tau mengoperasikanya le, " akunya.

Hal senada juga diungkapkan Lurah Nunu Moh Yusuf. Menurutnya alat yang telah disediakan tersebut belum berfungsi dengan baik. Di tempat terpisah, Camat Palu Barat Kapau Bauwo bersama stafnya menjelaskan bahwa untuk jaringan Wifi sudah terpasang dan pergunakan dengan baik. Namun terkait dengan akses layanan internet antara OPD terhubung dengan Diskominfo (BTS) belum berjalan. Karena pengoperasional dari alat tersebut dilakukan oleh operator khusus.

‘’Dari informasi terkait dengan BTS yang kami tanyakan langsung kepada pihak Indosat, saat pemasangan jaringan Wifi beberapa bulan lalu. Fungsi dari BTS tersebut untuk akses data dari beberapa kelurahan melalui kantor camat terhubung langsung ke Diskominfo. Artinya, mekanismenya semua informasi  dari pemerintah  terkumpul di kecamatan, melalui penangkap signal yang terpasang di kelurahan melalui Diskominfo, setelah itu dilanjutkan ke kecamatan untuk disebarkan. Begitu pula sebaliknya, informasi dari Pemkot dapat langsung diakses tanpa menggunakan surat menyurat lagi. Untuk jaringan Wifi sudah bisa digunakan dengan baik saat ini, " ungkap Amir salah seorang staf Kecamatan Palu Barat.
Sementara itu kepala Dinas Komunikasi dan Infirmasi Iksan Hamzah dikonfirmasi terkait hal tersebut, melalui via Whats Ap di ponsel 08124235xxx belum memberikan keteranganya.**`
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
loading...
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN