Target Entaskan 5 Petani Miskin Per Tahun


Reporter: Ikhsan Madjido

KINERJA Penyuluh pertanian yang prima dapat meningkatkan kompeteni petani menjadi lebih baik, tetapi sebaliknya bila kinerja penyuluh pertanian buruk, kompetensi petani pun menjadi tidak jelas. Sebab kondisi petani sebagai pelaku utama usaha tani yang saat ini masih terbelenggu kemiskinan, menunjukkan penyuluhan pertanian masih perlu terus meningkatkan perannya dalam rangka membantu pelaku utama/pelaku usaha memecahkan masalah mereka sendiri, terutama dalam aspek usaha tani secara menyeluruh.

Demikian pemaparan Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Ir Trie Iriany Lamakampali, dihadapan peserta Workshop Kinerja dan Inovasi Penyuluh Pertanian Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah di aula Dinas Tanaman Pangan dan Horkultura, Senin (23/7/2018).

“Hal tersebut menuntut penyuluh pertanian memperbaiki kinerja dan inovasi untuk dapat membimbing petani sebagai mitranya, karena penyuluh sebagai ujung tombak dalam penggerak pembangunan pertanian. Dan ditargetkan setiap penyuluh pertanian di wilayah kerjanya dapat mengentaskan 5 petani miskin setiap tahunnya,” katanya.

Di samping itu, penyuluh juga dituntut agar mampu menggerakkan masyarakat, dan memberdayakan petani dan kelompok tani serta mendampingi untuk menemukan masalah, mengambil keputusan dan menghitung besarnya resiko. “Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM pertanian, terutama petani adalah melalui kegiatan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan pertanian,” ujarnya.

Sehingga dalam melaksanakan program kegiatan di lapangan, yaitu mencapai swasembada pangan dan mensukseskan program Upsus Pajala Bawang dan Cabe, serta komoditas strategi lainnya dapat dilaksanakan dengan baik.

“Workshop ini perlu dilaksanakan untuk menentukan kinerja penyuluh. Karena kinerja didasarkan pada tugas pokok dan fungsinya yang diuraikan secara komprehensif pada tugas pokok dan peranan penyuluh,” kata Trie Iriany Lamakampali.

Sementara itu, sebelumnya, ketua panitia workshop, Nasruddin melaporkan bahwa workshop yang diikuti 75 tenaga penyuluh dari seluruh kab/kota se Sulteng dan dilaksanakan sehari penuh ini dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas penyuluh secara terencana dan berkelanjutan karena masih terbatasnya kompetensi yang dimiliki.

“Tujuan pelaksanaan workshop adalah meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, serta meningkatkan kinerja penyuluh pertanian dan menyusun peta kompetensi penyuluh pertanian di Sulteng,” ujarnya. Narasumber workshop antara lain dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, akademisi dan komisi penyuluhan.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN