Terancam Putus, Ring Road Bungku Butuh Batu Gajah

Reporter/morowali : bambang sumantri

ANCAMAN Erosi di jalan ring road Bungku Tengah Kabupaten Morowali mendapat perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI. Lembaga penaggulangan bencana itu memastikan apakah jalan yang menghubungkan ibukota Morowali layak dibantu. Demikian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali, Nafsahu Salili pada Kaili Post.

Kata Nafsahu, pemantauan dilakukan karena BNPB ingin memastikan apakah jalan tersebut layak diberikan bantuan dari pemerintah pusat. ‘’Sudah dipantau itu jalan (ring road) yang rusak sama BNPB. Kami sudah ajukan permohonan, agar memberikan bantuan anggaran untuk memasang batu gajah di seputaran jalan ring road itu," ungkapnya.

Namun Nafsahu mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu berharap bantuan dari BNPB. Sebab, terkadang bantuan dari pusat tidak cepat terealisasi. Sementara jalan Ring Road tersebut harus segera dipasangkan batu gajah agar kondisinya tidak semakin parah. ‘’Kami tidak bisa terlalu berharap sama orang di pusat soal bantuan itu, jadi kami upayakan juga melakukan langkah lain agar jalan itu segera dipasangkan batu gajah," ujarnya.

Langkah yang akan ditempuh, kata Nafsahu ialah mengajukan permohonan kepada penjabat Bupati Morowali. Ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyusun konsep untuk diajukan kepada penjabat Bupati Morowali. Jika tak segera diantisipasi, dikhawatirkan jalan ring road akan amblas permanen sehingga dibutuhkan penanganan cepat.

Jalan Ring Road yang berada di sepanjang jalan pinggiran pantai Kecamatan Bungku Tengah, ternyata masih menyisahkan hutang yang cukup besar. Hal itu diakui oleh Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PU-PR Kabupaten Morowali, Rustam Sabalio saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Dikatakannya, dalam pembangunan jalan lingkar tersebut telah menelan anggaran kurang lebih Rp40 milyar, namun belum diselesaikan sepenuhnya oleh Pemkab Morowali. "Pembangunan jalan ring road masih meninggalkan banyak hutang dan masih dalam masa pemeliharaan hingga tahun 2019, jadi kita masih menunggu perbaikannya, kegiatan ini kan masih dalam proses pemeliharaan selama 180 hari atau sampai April 2019, dan pihak kontraktor kemarin masih sibuk dengan proses Pilkada dan merayakan hari lebaran, tapi minggu ini mereka janji untuk memperbaiki," ungkap Rustam.

Ia menambahkan bahwa jalan tersebut tidak akan mengalami kerusakan jika dulunya saat pembangunan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali memasang batu gajah. "Kalau masalah tidak adanya batu gajah di pinggiran pantai seputaran jalan itu, urusan Badan Penaggulangan Bencana, sebenarnya tidak terjadi seperti itu, tapi karena tidak dibendung jadi begitu, kita juga sudah menyurat ke BPBD, agar di bagian jalan yang rusak itu ditempatkan batu gajah untuk melindugi jalan itu agar tidak terkena ombak langsung" tandasnya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN