Anleg Himbau Warga Bijak Sikapi Hoax


Reporter: Firmansyah

EKSISTENSI  Sosial media (facebook, Intagram, Twitter dll) di era milenial saat ini, khususnya di tahun politik tanah air, yang juga rembesannya hingga ke Palu perlu sikap bijak penggunanya. Bahkan dengan banyaknya informasi ‘sampah’ yang lalu lintasnya di medsos tidak terbendung.

Akibat tidak terkontrol dan sikap bijaksana, Seperti yang terjadi pekan lalu di Tawaeli, Palu. Beredar kabar di salah satu akun grup Info Kota Palu (IKP) bahwa salah satu penjual sate di seputaran Tawaili mencampur bahan daging ayam dengan daging biawak. Kontan saja, akibat kabar tersebut tiga rumah pedagang diamuk warga.

Menyikapi peristiwa yang ‘ceroboh’ tersebut, salah satu anggota legislatif (Anleg) Dekot, Anwar Lanasi mengaku turut prihatin dan menyesalkan. Baginya, kasus Tawaeli adalah pelajaran berharga. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, aksi anarkis tidak ditolelir dalam budaya adat Kaili. ‘’Ada lembaga adat. Ada tempat berbicara. Disana harusnya diselesaikan,’’ harapnya.

Anwar juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya Kota Palu agar lebih bijak dalam menyikapi berita hoax. ‘’Kami mengimbau kepada masyakat Kota Palu, agar lebih bijak dalam menyikapi suatu berita di Sosmed yang kebenarannya belum diketahui pasti. Karena hal itu sudah memberikan dampak yang kurang baik kepada pedagang. Karena menurut berita yang saya baca di koran, pernyataan pedagang sate menjelaskan bahwa daging biawak hanya mereka konsumsi sendiri untuk pengobatan,’’  ungkapnya.

Anwar Lanasi juga mengatakan bahwa bila memang terbukti hal itu terjadi, dia berharap pihak kepolisian memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setidaknya diberlakukan hukum adat. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Masyarakat Palu memiliki nilai toleransi yang tinggi, serta berbudaya dan beradat. Selain itu, dia juga berharap agar tidak menyebarkan berita yang kebenaranya tidak bisa dipertanggung jawabkan. " Seperti yang terjadi di Tawaili, kalau sudah begitu, siapa yang bertanggung jawab, " paparnya.

Hal senada juga diutarakan Muhlis Yabi. Anleg Dekot ini juga meminta agar masyarakat berpikir lebih bijak menyikapi informasi-informasi yang berkembang. Serahkan kepada pihak kepolisian, jangan main hakim sendiri. Jika memang terbukti, biarlah hukum yang bicara. Jangan melakukan tindakan pengerusakan rumah dan fasilitas orang lain.


Olehnya, Muhlis berharap agar hal tersebut dijadikan pelajaran, sehingga ke depannya tidak terjadi lagi tindakan yang dapat merugikan pihak lain. Kalaupun memang terbukti atas perbuatan  oknum. Serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib dalam penyelesaianya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN