Balai Jamin Kebun Kopi Aman TdCC




Sumber: humas Pemprov

SURVEI Tahap II Etape  4 TdCC Parigi Moutong - Sigi telah selesai dilakukan Tim Propinsi dan PB ISSI (06/08/2018). Dr. Hasan selaku Race direktur TDCC menyampaikan bahwa etape 4 Parigi Moutong - Sigi sepanjang 111.7 KM sesuai hasil survei menunjukkan bahwa jalur kebun kopi masih dalam tahap proses perbaikan.

Namun, setelah dikonfirmasi dengan pihak Balai Jalan dan Jembatan menjamin bahwa penyelesaian pekerjaan poros Kebun Kopi sebelum pelaksanaan TdCC  berlangsung sudah dapat digunakan. Sedangkan jalur yang menuju Sigi itu ada perubahan yang sedianya finish di patung Topeaju Desa Bora diubah ke kantor Bupati lama di Desa Lolu Kecamatan Biromaru. 

Muchsin Pakaya selaku Kepala Sekretariat TDCC menjelaskan bahwa dukungan pemerintah Kabupaten Parigi Mautong sebagai titik start etape 4 memberikan respon yang positif. Demikian pula  pemerintah Kabupaten Sigi ketika survei tahap kedua dinas dinas terkait juga ikut survei TdCC.  

Sebelumnya, dilansir media ini bahwa ETAPE IV (empat) Tour the Central Celebes (TdCC) sepanjang 1.11,7 KM dari Kabupaten Parigi Moutong – Tugu Topeaju Bora Kabupaten Sigi mulai dikuatirkan. Pasalnya, etape ini akan melintas di jalur Kebun Kopi yang saat ini masih dalam pengerjaan cutingan gunung dan pelebaran jalan. Mengingat, kegiatan iven TdCC sisa dua bulan lagi digelar.

Sementara, lokasi kebun kopi hingga kini masih dalam pengerjaan dan masih buka tutup jalan. Sejumlah titik masih berdebu bila tidak ada hujan. Tapi, bila ada hujan maka di sekitar lokasi yang diperbaiki akan berlumpur. ‘’Sangat membahayakan pesepeda. Khususnya dari luar negeri,’’ ujar sumber Kaili Post.

Sejumlah pihak meminta Gubernur Longki Djanggola dapat segera memanggil Balai Jalan dan Jembatan Sulawesi Tengah sebagai pengguna jasa serta rekanan yang mengerjakan poros trans Sulawesi Kebun Kopi itu. ‘’Harus ada jaminan. Apakah tidak berdebu dan berlumpur nantinya bila medan akan dilintasi,’’ tandas sumber yang pegiat sepeda tersebut.

Dalam keterangan via pesan elektronik, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Sulteng, Ir Syaifullah Djafar menanggapi rekomendasi Tim survei propinsi dan PB ISSI terkait percepatan pekerjaan beberapa jembatan yang lagi direhab. Misalnya; di KM 104 KM, pekerjaan jembatan di KM 105, pekerjaan jembatan KM 110, pekerjaan jembatan  KM 115.4, pekerjaan jembatan  KM 120.5, pekerjaan jembatan KM. 128.4, pekerjaan jembatan KM 131.8 dan pekerjaan  jembatan KM 133.

‘’Intinya semua infrastruktur jalan dan jembatan yang menunjang TdCC harus bisa rampung sebelum gelaran TdCC. Apakah itu tanggung jawab nasional, propinsi dan kabupaten,’’ jawabnya.

Syaifullah juga membenarkan untuk jalur trans Sulawesi poros Kebun Kopi yang menjadi tanggung jawab nasional yaitu jalan Tawaeli – Toboli (kebun kopi), rehabilitasi jalan pada etape dua dan tiga serta etape lima. Sedangkan jalan propinsi yaitu pelebaran pada titik tertentu yaitu ruas Tentena – Tonusu, jalan I Gusti Rai Palu Selatan, serta ruas Ampana – Banawa. Sedangkan untuk jalan kabupaten yaitu yang perlu diperhatikan adalah di Kabupaten Touna pada aera start etape dua. Dan di Kabupaten Donggala di lokasi anjungan Goneganti, Banawa. ‘’Itu yang jadi perhatian,’’ tandasnya.

Apakah dengan limit dua bulan poros Toboli – Tawaeli Kebun Kopi dapat dijamin aman untuk pesepeda TdCC? Mengingat berdebu bila kering dan berlumpur bila hujan? ‘’Harus bisa. Minimal sudah aspal satu lapis,’’ tekan Syaifullah.

SURVEY Etape TDCC Tahun 2018  Tahap II untuk Etape  I Teluk Lalong Banggai  - Bunta  sepanjang 133.2 KM berjalan dengan sangat Lancar oleh Tim Survey Propinsi dan PB ISSI. Tim diterima Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo (2/08/2018) bertempat di Kantor Bupati Banggai.

Tim Survey Propinsi dan PB ISSI didampingi panitia Kabupaten Banggai melakukan survey dari jalur star sampai finish Etape I sepanjang 133.2 KM.

Survey Etape  II akan dilanjutkan didampingi Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una dengan harapan semoga pelakasanaan Survey Tahap II untuk Etape  II star dari pusat wisata Pantai Pasir Putih Ampana, Tojo Unauna sampai di Kabupaten Poso dengan jarak tempuh 162,6 kilometer dapat berjalan dengan lancar. Jumlah peserta yang berasal dari berbagai penjuru Negara, bahkan telah tercatat 20 tim yang berasal dari 16 negara menyatakan kesiapannya untuk mengikuti event tersebut, antara lain Jepang, Vietnam, Spanyol, Australia, dan Rusia. Para pembalap nantinya akan melintasi jalan trans Sulawesi sepanjang 740 kilometer yang dibagi dalam lima etape. **


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN