Budidaya Udang Vaname Dukung Industrialisasi Blue Economy



Sumber: Humas Pemprov

INDUSTRIALISASI Berbasis Blue Economy lewat budidaya udang vaname supra intensif di Balai Pembenihan Ikan Pantai (BPIP) Desa Tete B, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Unauna diapresiasi Gubernur Longki Djanggola saat dilaksanakannya panen parsial tahap 1, Kamis (9/8/2018).

Jumlah udang yang berhasil dipanen mencapai 500 kg, ber-size 50 dan dihargai 60 ribu per kg di pasar lokal Touna dan Poso. Rencananya, dalam 20 hari kedepan akan dipanen lagi sisa udang dari total 300 ribu benih udang yang sudah ditebar sejak 17 Mei lalu di kolam-kolam budidaya udang vaname BPIP Tete B berukuran 18 × 18 m. 

"Saya heran kenapa alergi lobster tapi tidak vaname, mungkin karena yang satu dari luar negeri tapi vaname dari Sulteng," ujar gubernur sambil bergurau. Dengan suksesnya panen Vaname, gubernur berharap ada upaya lanjutan memodifikasi metode ini supaya dapat dijangkau masyarakat umum karena metode sekarang dinilai gubernur masih mahal. "Coba fasilitasi kolam murah meriah yang ngga terlalu mahal," harapnya agar penerapan Vaname bisa lebih luas.

Selain itu, Bupati Touna Moh. Lahay, SE ikut didorong gubernur agar bisa memfasilitasi masyarakatnya yang meminati pembudidayaan vaname untuk mendapat pinjaman modal dari perbankan. "Ada jalan-jalannya itu dan perbankan tidak boleh menolak," tegasnya.

Lebih jauh Ia paparkan bahwa penyumbang tertinggi inflasi Sulteng hingga saat ini adalah ikan laut padahal dengan luas laut mencapai 2/3 daratan, tidaklah mungkin Sulteng bisa mengalami kelangkaan ikan laut.

Namun lanjut gubernur, karena kurangnya kontrol, ikan-ikan yang ditangkap di laut oleh nelayan langsung dijual di tengah laut untuk dibawa ke daerah-daerah lain yang konsumsi ikannya jauh lebih tinggi dari Sulteng.

Belajar dari pengalaman itu sehingga gubernur mengatakan kelebihan lain dari budidaya vaname di BPIP adalah memungkinkan untuk mengontrol hasil-hasilnya supaya lebih dulu ditujukan buat memenuhi pasar dalam daerah baru kemudian dikirim keluar daerah. Oleh karena itu, di akhir sambutan, gubernur menyatakan dukungan penuh atas upaya pemkab Touna mengembangkan sektor perikanan guna meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat selain pertanian dan pariwisata yang jadi primadonanya.

"Jadi tidak usah muluk-muluk mengkhayal yang tidak jelas dan semoga Tojo Una-una (dengan perikanan, pertanian dan pariwisata)  bisa berkontribusi bagi Sulteng, menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan," tutupnya.

Sementara itu, sang penemu metode supra intensif Kadis Kelautan dan Perikanan Sulteng Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP mengamini permintaan gubernur untuk memodifikasi metodenya agar bisa dijangkau masyarakat luas. Modifikasi skala rakyat sesuai keinginan gubernur itu tuturnya akan mulai diperkenalkan tahun depan.

"Cukup investasi 100 juta untuk 6 kolam agar bisa diserap masyarakat," jelas inventor supra intensif Hasanuddin Atjo.

Selain memanen udang, pada kesempatan itu turut diserahkan simbolis Gubernur Longki Djanggola bantuan senilai 11 miliar lebih bagi pengembangan budidaya perikanan darat dan tangkap pada perwakilan dari 13 kabupaten/kota se Sulteng. Hadir di acara Sekda Touna, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kab. Touna, Forkopimda Touna dan masyarakat.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN