Dipotong Rp9 M, Kadis Ngaku Tak Pengaruhi Opsek


 

Reporter: Ikhsan Madjido

MESKIPUN Dana bantuan operasional sekolah (BOS) dipotong langsung dari pusat sebesar Rp9 M, namun tidak berpengaruh pada operasional sekolah SMA/SMK se Sulawesi Tengah. Karena persoalan pemotongan bukan karena tidak validnya data siswa, tapi lebih kepada masalah teknis keuangan.

“Kami akan berkoordinasi lebih intens dengan pihak Badan Keuangan, karena ini masalah teknis. Karena ada dana sisa yang mengendap di kas daerah sebesar 9M, jadi pusat langsung memotong, tidak menyalurkannya secara keseluruhan,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace di ruang kerjanya, Selasa (14/8/2018). “Jadi tidak mempengaruhi operasional sekolah, karena dananya klop,” tambahnya.

Terkait data jumlah siswa yang tidak valid. Irwan menjelaskan bahwa valid atau tidaknya data itu apabila ada dokumen siswa yang kurang menyangkut nisn, nama, tanggal lahir dan nama ibu kandung, yang seluruh data itu termuat dalam dapodik dan itu tidak ada masalah.

“Data itu valid, karena data dapodik itu data real sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap alokasi dana BOS. Datanya kan online, kecuali manual, mungkin akan ada bias,” jelasnya. Dijelaskan seluruh data murid atau siswa di sekolah harus terintegrasi masuk database dapodik karena akan menjadi acuan berbagai hal yang berkaitan dengan keberlangsungan studinya. Data peserta didik digunakan untuk persiapan mengikuti ujian nasional.

Selain itu, data siswa dalam dapodik menentukan bantuan pemerintah kepada peserta didik tersebut melalui berbagai program yang telah dicanangkan.

“Siswa juga dapat menggunakan data dapodik untuk mengikuti program beasiswa terutama yang diperuntukkan bagi mereka yang kurang mampu. Maka sudah seharusnya pengisian data siswa dalam dapodik dipastikan akurat dan terus diupdate,” tutup Irwan Lahace.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN