Dua Caleg di Poso TMS


Ketua KPU Poso, Budiman Maliki didampingi dua komisioner KPU, Taufik Hidayat dan Wilianita Selviana Pengetty saat menyerahkan Hasil Verifikasi perbaikan terhadap dokumen DCS DPRD Kabupaten Poso, kepada Komisioner Panwaslu Kabupaten Poso, Helmi Mongi. (Foto Ist untuk  Kaili Post).


Reporter/Poso: Ishaq Hakim

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso menyatakan, dua calon legislatif (Caleg) dari dua partai politik peserta pemilu 2019 di Kabupaten Poso, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

‘’Setelah kami melakukan verifikasi perbaikan dokumen DCS dari 14 Partai politik yang masuk ke KPU Kabupaten Poso, ada dua orang caleg yang TMS, " kata Ketua KPU Poso, Budiman Maliki.


Dikatakannya, kedua bacaleg yang dinyatakan TMS itu dikarenakan tidak memenuhi syarat pencalonan di dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, khususnya di pasal 4 point 3 terkait dengan larangan parpol mengajukan caleg berstatus mantan napi kasus korupsi, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak.


"Kedua bacaleg itu berasal dari PDIP dan PKPI," kata Budiman saat di wawancarai oleh wartawan Kaili Post melalui via telepon. Budiman menyebutkan, dari hasil verifikasi perbaikan dokumen DCS dari ke 14 partai politik yang mengajukan ke KPU Poso untuk diumunkan ke publik, maka KPU Kabupaten Poso  menyatakan ada beberapa hal penting yang wajib diketahui oleh masyarakat yakni,  bahwa jumlah total caleg DPRD Kabupaten Poso dari 14 parpol di empat daerah pemilihan yang ada di Kabupaten Poso sebanyak 396 orang,  2 diantaranya di nyatakan tidak memenuhi syarat.


Dari 14 parpol yang mengajukan calegnya disemua dapil di Kabupaten Poso 100 persen aspek keterwakilan perempuan terpenuhi dengan  baik.


Terkait dengan penyebaran caleg disemua dapil ternyata hanya ada 2 parpol yang mengisi 3 dapil saja sedangkan 12 parpol lainnya secara full mengisi calegnya di 4 dapil yang ada di Poso. Diharapkannya, setelah DCS DPRD Kabupaten Poso diumumkan, semua warga Poso wajib melihat secara cermat, teliti dan kritis terhadap semua caleg yang ada.

"Berdasarkan tahapan Pemilu 2019, masyarakat diberikan waktu untuk menanggapi dan memberi masukan untuk kami dan kami akan feedback kembali kepada parpolnya masing-masing," tandasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN