El Clasico Politik R Prabowo-Sandi vs Jokowi – Makruf



AKHIRNYA Pemilihan presiden (Pilpres) 2019 – 2024 melahirkan dua petarung lama. Bak sepak bola el clasico, dua tokoh nasional kembali bertemu di Pilpres 2019. Incumben presiden Jokowi menggandeng KH Makruf Amin. Sedangkan Capres Prabowo didampingi Cawapres Sandiaga Uno.

Hari hari ke depan bakal banyak prediksi, analisa dan survei terkait dinamika Pilpres 2019. Sementara itu, Partai Demokrat (PD) menolak Sandiaga jadi duet Prabowo. PD baru akan membuat keputusan besok pagi. PD jadi satu-satunya partai parlemen yang belum membuat keputusan soal Pilpres 2019. 

Sebelumnya diinformasikan, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Hanafi Rais pergi meninggalkan kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis (9/8) malam. Ia mengaku akan kembali ke lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV di Hotel Sultan, Jakarta.


Namun Hanafi tidak menjelaskan alasannya meninggalkan rumah Prabowo sebelum mantan Danjen Kopassus itu menyatakan siapa calon wakil presiden (cawapres) yang akan digandengnya untuk bersaing dengan pasangan Joko Widodo-Maa'ruf Amin. Bahkan, Hanafi menyebut bahwa calon presiden dan wakil presiden dari Kubu Prabowo kemungkinan akan diumumkan besok. Malam hari ini, kata Hanafi, hanya akan ada pernyataan mengenai koalisinya saja.

"Iya, konpers antar koalisi. Baru besok deklarasi untuk pasangan capres-cawapresnya baru setelah jumatan bisa kita daftarkan," kata Hanafi. Menurut dia, ini bukan tidak sesuai rencana tapi terkait calon presiden dan wakil presiden memang akan diumumkan besok, di pagi hari waktu terakhir pendaftaran pasangan calon.

"Enggak diundur. Memang dari dulu kita akan deklarasi besok pagi. Baru kemudian diantarkan (mendaftar ke KPU) setelah jumatan (salat Jumat)," kata Hanafi. Hanafi mengatakan bahwa malam ini partai-partai pendukung Prabowo akan bertemu dahulu membicarakan soal koalisi yang akan dibentuk.  "Nanti maleman mungkin mau kumpul bareng-bareng seluruh ketua umum," kata Hanafi.

Sementara itu, Prabowo tampak meninggalkan rumahnya pukul 21.05 WIB menggunakan mobil pribadinya. Partai Keadilan Sejahtera berkeras supaya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tetap melaksanakan saran Ijtimak Ulama untuk memilih pendampingnya di Pilpres 2019.

"PKS mengawal rekomendasi Ijtimak Ulama, kita upayakan agar hasil Ijtimak Ulama diterima maksimal. Kita terus upayakan agar kader PKS Salim Segaf bisa menjadi yang dipertimbangkan," kata Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (9/8).


Ijtimak Ulama beberapa waktu lalu memutuskan supaya Prabowo menggandeng salah satu dari dua kandidat yang dianggap layak. Yakni Anggota Majelis Syuro PKS Salim Segaf al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad. Mustafa menyatakan PKS sampai saat ini tetap mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Sedangkan soal sosok calon wakil presiden, Mustafa menyatakan hal itu akan diungkap dalam waktu yang tidak lama lagi.

Soal kabar Prabowo memilih Sandiaga Uno mendampinginya dalam Pilpres 2019, Mustafa menyatakan hal itu belum final dan masih dibahas dengan mitra koalisi yang lain. Mustafa juga menyampaikan selamat atas deklarasi Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Soal kabar Prabowo memilih Sandiaga Uno mendampinginya dalam Pilpres 2019, Mustafa menyatakan hal itu belum final dan masih dibahas dengan mitra koalisi yang lain. Mustafa juga menyampaikan selamat atas deklarasi Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Partai Amanat Nasional (PAN) meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mempertimbangkan masukan yang disampaikan GNFP Ulama terkait posisi bakal calon wakil presiden sore tadi. GNPF Ulama meminta Prabowo memilih sosok ulama untuk mendampingi maju pada Pilpres 2019. 

"Mereka (GNPF Ulama) menghendaki ulama juga untuk mendampingi, apakah itu satu pertimbangan bagi kita juga? Tapi kalau itu jadi pertimbangan kan harus dibahas bersama-sama," kata Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno di sela Rapimnas PAN, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (9/8).

Pernyataan yang disampaikan Eddy itu merespons keputusan Presiden Joko Widodo yang menggandeng Ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Jokowi akhirnya memilih Ma'ruf setelah sebelumnya disebut-sebut akan meminang Mahfud 


Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengaku tidak mempermasalahkan apabila Partai Demokrat hengkang dari koalisi pendukung Prabowo Subianto, dan menyeberang ke koalisi Joko Widodo. 

Menurut Mustafa sebelum pasangan calon presiden dan wakil presiden benar-benar didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum, koalisi masih sangat cair. "Dipersilahkan, jadi setiap partai politik, masih terbuka diberi kebebasan, bahkan sebenarnya sebelum betul betul didaftarkan ke KPU ya kita belum tahu apa yang akan terjadi," kata Mustafa, di Jakarta, Kamis (9/8). 

Kata Mustafa, hingga saat ini Partai Demokrat masih belum pasti membangun koalisi dengan PKS dan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. "Apalagi dengan Demokrat. Apakah akan betul betul membangun koalisi bersama, atau tidak, menit-menit ini sangat mentukan," kata Mustafa.

Demokrat berpotensi keluar dari koalisi Prabowo Subianto bersama Gerindra, PKS dan PAN yang menjadi partai terakhir yang resmi menyatakan dukungan ke Prabowo Subianto. Politikus Partai Demokrat, Andi Arief sempat melontarkan pernyataan yang menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Namun, Demokrat menyatakan pernyataan Andi Arief merupakan pernyataan pribadi dan bukan sikap Demokrat. 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga menyatakan Demokrat masih berpeluang merapat dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf. Mengingat pendaftaran baru dilakukan pada Jumat (9/8).

"Ya tentunya kan masih ada hari sampai besok," ujar Airlangga di Restoran Plataran, Jakarta.

Namun, Ketua Umum Partai Perindo mengatakan pintu koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf telah tertutup karena semua ketua umum parpol Koalisi Indonesia Kerja telah menandatangani surat dukungan untuk Jokowi.**

Sumber: Detik.com/CNN Indonesia
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN