Empat Iven Didorong Ke Tingkat Nasional


Reporter: Firmansyah

PEMERINTAH Kota Palu akan mendorong empat iven daerah menuju pentas nasional hingga internasional. Demikian ungkap Wali Kota Hidayat kepada sejumlah wartawan, usai penutupan Palu Salonde Percusion, (14/8/2018) malam di hutan kota Kaombona.

Keempat iven tahunan tersebut menurut Hidayat seperti Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) yang sudah tercatat menjadi agenda nasional, Palu Salonde Percusion (PSP), Festival Mandura dan Festiival Raodah. Terlepas dari hal itu, dia mengharapkan dukungan dari semua pihak, utamanya adalah masyarakat kota Palu sendiri, ‘’Alhamdulilah, ini awal yang baik, malam ini antusias warga sangat tinggi terhadap iven PSP, terlihat dari banyaknya warga yang berbondong-bondong datang ke tempat ini, " katanya.

Selanjutnya, Wali kota mengatakan bahwa dirinya telah membahas hal tersebut bersama gubernur. Dimana tahun depan iven Palu Salonde Percussion (PSP) akan digelar ditempat yang sama, yaitu di taman kota Kaombona. ‘’Kami telah melakukan rapat bersama gubernur terkait pelaksanaan PSP ke depannya, selama ratusan tahun tempat ini terabaikan. Olehnya mulai tahun lalu kami menggali potensi dan memanfaatkan lokasi ini untuk dijadikan sarana bagi masyarakat, " tuturnya.

Disoal tentang standarisasi penyelenggaraan di lokasi Festival Palu Salonde Percussion di hutan kota Kaombona tersebut, Hidayat membeberkan bahwa Pemkot bersama beberapa pihak seperti Dirjen Kemendikbud RI dan BNI telah berkomitmen dalam meningkatkan iven tersebut ke depannya lebih baik lagi. ‘’Kami telah berkomitmen dengan Dirjen Kemendikbud dan BNI tentang kegiatan ini ke depannya. Kami juga akan menyusun program terkait iven ini, Palu Salonde Percussion sendiri akan menjadi branding dari BNI. Mari kita tunjukkan kepada daerah lain maupun dunia, Palu sebagai mutiara di Khatulistiwa, " paparnya.

Iven tersebut dimeriahkan berbagai seniman musik baik dari lokal, nasional, bahkan internasional. Seperti dari Negara Matador, Spanyol yang selama keberadaanya di tanah Kaili, eksis mengunjungi beberapa titik lokasi wisata. Misalnya di bukit Salena yang akan dibangun flyng fox terpanjang di Asia, down hill atau sepeda gunung, Uwe ntumbu.

Salah satu seniman yang turut ambil bagian dalam iven tersebut yakni Gilang Ramadhan yang merupakan salah satu drummer terbaik Indonesia mengatakan bahwa selama yang diketahuinya, baru kota Palu yang menggelar festival perkusi terbesar, dengan melibatkan seniman lokal, Nasional bahkan internasional. " Daerah lain di Indonesia, belum pernah menyelenggarakan seperti di kota Palu ini, " ujarnya.

Dalam penampilanya, mantan drumer Krakatau tersebut, menampilkan skill terbaiknya dalam menggebuk drum yang mampu membuat penonton berdecap kagum. Mulai dari penampilan solo, dengan mengkombinasikan beberapa alat musik lain seperti kenong (gamelan khas Jawa) dan ceng-ceng (simbal khas Bali).

Di akhir pertunjukannya, Sang Drummer Legenda tersebut berkolaborasi dengan salah seorang komposer dunia, Dr. Sutrisna Hartana dan seorang seniman kota Palu, Smiet. Mereka menampilkan langgam Jawa dengan perpaduan alat musik khas Kaili yakni Lalove dan Gimba serta Gamelan dan drum.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN