FTA Domestik Semakin Mengemuka


 

Sumber: Humas Pemprov

GUBERNUR Diwakili staf ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ardiansyah didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Moh. Arief Latjuba, secara resmi membuka seminar Edukasi Publik Pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA), bertempat di Aula Hotel The, Coco, Rabu 8 Agustus 2018.

Menurut gubernur, diskusi dan perdebatan umum terkait optimalisasi implementasi FTA di tingkat domestik akhir-akhir ini semakin mengemuka. Tentu saja membutuhkan konstribusi dari semua pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dalam mendukung sepenuhnya upaya pemanfaatan keberadaan FTA serta proses perundingan yang tengah dijalani, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah maupun industri lokal dalam mengidentifikasi peluang dan potensi dari mitra perdagangan harus berperan lebih signifikan dalam menentukan dampak positif adanya FTA.

Lebih lanjut gubernur menjelaskan perdagangan bebas FTA adalah perjanjian antara dua negara atau lebih untuk membentuk wilayah perdagangan bebas, dimana perdagangan barang atau jasa antara pihak dapat melewati perbatasan negara masing-masing tanpa dikenakan hambatan tarif atau hambatan non tarif.

Dalam sejumlah perundingan FTA tidak hanya membatasi kedua hambatan tersebut, namun turut meliputi hak kekayaan intelektual, kompetisi capacity building dan lain-lain, dimana saat ini Indonesia telah menandatangani dan mengimplementasikan FTA baik secara regional maupun bilateral.

Selain itu Indonesia juga tengah menjajaki upaya ekspansi ke pasar non tradisional di kawasan Afrika dan Amerika Selatan melalui perdagangan bebas.
Oleh sebab itu, dengan adanya FTA diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah serta menciptakan akses pasar di luar negeri, menciptakan standarisasi dan meningkatkan investasi asing.

Sementara itu Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Hj. Ida Nursanti S.Sos MSi dalam laporannya mengatakan tujuan pelaksaan seminar, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan khususnya para kelompok pelaku usaha dalam menghadapi dan memanfaatkan FTA.

Meningkatkan minat dari pelaku usaha sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan ekspor produk usaha ke pasar mitra FTA serta menciptakan opini publik yang proporsional dan menstimulasi peran aktif pemerintah daerah dan kalangan dunia usaha untuk turut serta mengelola kesempatan dari perjanjian perdagangan internasional dalam hal ini FTA.

Adapun yang menjadi narasumber yakni Tenaga Ahli Bidang Akses Pembiayaan dan Prosedur Ekspor FTA Center Makassar, Dr. Chairil Burhan,  Tenaga Ahli Bidang Akses Pembiayaan dan Prosedur Ekspor FTA Center Jakarta, Ali Akbar, SE, Ak

Tenaga Ahli Bidang Strategi Promosi dan Pemasaran FTA Centre Surabaya, Ir. Fernanda Reza Mohammad, MM serta narasumber dari kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsu Sulawesi Tengah, Indratmoko.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN