GUBERNUR MINTA TNI SERIUSI


Reporter: Andono Wibisono

APA Reaksi orang pertama di Sulawesi Tengah itu, ketika mendengar ada perusahaan tambang (PT Wanxiang Indonesia) di Desa Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali, logo stempelnya ‘Palu Arit’?  ‘’Segera TNI dan Polri bergerak cepat. Menurut Plt Bupati Morowali Pak Bartho Polres sudah menyelidiki,’’ tulis Gubernur Longki Djanggola menjawab pesan singkat redaksi kailipost.com, Sabtu (25/08/2018) sore lalu.

Gubernur menyebut bahwa Plt Bupati Morowali Bartholomeus sudah berkoordinasi dengan Polres dan menyelidikan masalah itu. Sejauh ini baru hal itu yang diketahuinya. Sementara itu, sejumlah nitizen di media sosial meminta aparat keamanan segera mengusut kasus tersebut karena sudah meresahkan warga. ‘’Ini jelas bahwa perusahaan asing itu tidak memahami masalah dan sejarah Indonesia yang traumatik dengan PKI,’’ tandas Ikhsan. 

Perusahaan Tambang, PT Wanxiang Indonesia adalah salah satu perusahaan tambang nikel di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Perusahaan asal luar negeri itu ternyata stempel HRD perusahaannya berlambang ‘Palu Arit’.

Sontak stempel itu meresahkan warga. Stempel itu ditemukan saat peringatan 17 Agustus 2018, viral di media sosial. Bahkan, berita online kailipost.com hingga semalam sudah dibagikan sebanyak 15 kali oleh nitizen facebook. Stempel berlogo ‘palu arit’ yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut tertanggal 17 Agustus 2018 tepat di peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia.

Dandim 1311 Morowali, Letkol Arh Sabariyandu Kristian Saragih yang dikonfirmasi via telpon seluler, Sabtu (25/8/2018) mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan intelijen untuk menlakukan investigasi adanya lambang terlarang di Indonesia itu. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan menyerahkan masalah tersebut untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

‘’Sejak beberapa hari lalu kami telah melakukan investigasi dan menurunkan sejumlah inteligen, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Bungku Tengah dan menyerahkan penanganan selanjutnya," jelas Dandim.

Terpisah, Kapolres Morowali, AKBP Dadan Wahyudi yang dikonfirmasi via pesan elektronik WhatsApp (WA) mengatakan bahwa kasus itu masih dalam penyelidikan dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang. ‘’Iya, masih dalam penyelidikan terkait stempel tersebut, sudah diperiksa beberapa orang terkait dengan stempel dan sudah kita amankan juga stempelnya, namun masih penyelidikan" jelasnya.

Dadan menambahkan, pihaknya telah melakukan  pemeriksaan terhadap Butomo selaku penandatangan surat. ‘’Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap Butomo, namun ini masih penyelidikan terkait dengan stempel karena tentu kita harus mengacu kepada aturan perundang-undangan," jelasnya.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN