Gubernur Tanam Cabai di Wani


Sumber: Humas  Pemprov

GUBERNUR Longki Djanggola bersama unsur Forkopimda Sulteng, Tim Penggerak PKK, Pemerintah Kabupaten Donggala serta pejabat terkait lainnya melakukan penanaman Cabai bertempat di Desa Wani 1, Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala, 15 Agustus 2018.

Gubernur menyambut baik dan memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras semua pihak, baik itu dari jajaran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah,  pemerintah daerah setempat serta kelompok tani yang mendukung gerakan menanam cabai, sebagai upaya penguatan penyediaan produksi cabai sepanjang tahun.

“Seperti diketahui, cabai masuk salah satu kelompok komoditas pangan penting, karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta peluang pasar yang besar dan sangat berpengaruh pada perekonomian, oleh karena itu sangat di perlukan perhatian dan keseriusan kita semua didalam mengembangkan komoditas cabai melalui berbagai dukungan dan keterpaduan program pemerintah daerah, lembaga, mitra kerja dan kelompok tani,” jelas gubernur.

Lebih lanjut gubernur mengakui perkembangan tanaman cabai, memang masih belum merata, kadang stabil kadang menurun, yang di akibatkan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti musim hujan yang berlebihan atau musim kemarau yang berkepanjangan akibatnya berpengaruh pada hasil produksi, karena itu penguatan tanaman atau budidaya cabai perlu di lakukan secara baik melalui teknologi pertanian yang mendukung dalam perkembangan tanaman cabai, agar pertumbuhan tanaman lebih baik dan produksi tetap stabil.

Untuk itu, dalam rangka pemenuhan kebutuhan produksi cabai, tentunya melalui pengembangan lahan sentra produksi dengan menerapkan teknologi budidaya yang baik, antara lain dengan menggunakan benih bermutu, pupuk, sarana budidaya dan penggunaan irigasi sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta sarana pasca panen, dan juga penyediaan air bagi pertumbuhan tanaman harus terus diperhatikan.

Lebih lanjut gubernur menegaskan, salah satu program pemerintah yang sedang gencar digerakan saat ini, adalah mewujudkan kedaulatan pangan, tidak hanya komoditi padi kedelai dan jagung, namun juga komoditi hortikultura yaitu bawang merah dan cabai, Provinsi Sulawesi Tengah termasuk salah satu provinsi yang diharapkan, dapat mendukung dan memberikan kontribusi terhadap program dimaksud, maka kelompok tani dan petani anggotanya memiliki peranan yang penting, karena petani sebagai penggerak ekonomi yang ada dipedesaan.

Karena pelaku utama pembangunan khususnya pembangunan pertanian adalah para petani, olehnya itu, semua stakeholder yang terkait, diharapkan dapat terus mendorong “partisipasi para petani melalui wadah kelompok tani maupun gabungan kelompok tani, guna mencapai tujuan dan cita cita pembangunan kita bersama, yaitu mewujudkan “Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing” dibidang pertanian, semoga gerakan tanam cabai hari ini menjadi langkah baik dan sukses dalam program upaya khusus cabai di Sulawesi Tengah

”Saya harapkan kepada para petani dan seluruh masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, minimal agar dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, paling tidak apa yang ditanaman betul-betul diperlukan baik oleh diri sendiri keluarga maupun masyarakat dan Insyaallah bernilai tambah, ” pungkas gubernur.

Senada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili, Wakil Ketua II, Hasiati Ponulele. menurutnya Kementerian Pertanian mencanangkan gerakan tanam cabe sejak tahun 2016 dan mengajak ibu-ibu PKK di seluruh Indonesia untuk memberikan kontribusi dalam menggerakkan pertanian dan ikut terlibat dalam menanam cabe di pekarangan.

Keberadaan PKK menurutnya sangat strategis  dalam menggerakkan masyarakat untuk menanam cabe di pekarangan minimal 1 sampai 5 pohon di setiap rumah dan tentunya program tersebut dapat membangun ketahanan pangan rumah tangga dan menumbuhkan culture menanam bagi masyarakat dengan ikut menanam cabe biaya rumah tangga.

‘’Saya berharap kepada semua tim penggerak PKK Provinsi, kabupaten bahkan sampai ke Kecamatan dan desa untuk mensukseskan gertam cabai kalau ini dilakukan Saya yakin permasalahan kelangkaan cabai di pasaran dan harganya yang tinggi Pasti akan terselesaikan saya perlu menekankan pentingnya peran kader dalam menggerakan ibu rumah tangga dalam mensukseskan program tanam cabe dan menjadikannya sebuah kebutuhan atau bahkan menjadi gaya hidup Mari kita tingkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan untuk menjadikan gerakan menanam cabe,” harapnya.** 

Sementara itu Bupati Donggala yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunana Donggala, Harisoetjahyo, S.Pt, M.Si dalam laporannya, pelaksanaan gerakan tanam cabe di desa Wani 1 Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala sebagaimana diamanatkan dalam nawacita termasuk kontribusi dari sektor pertanian. 

Komoditas cabai merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi cabe dimasukkan dalam kelompok komoditas pangan utama karena kepastiannya dan harganya sangat berpengaruh pada inflasi tahun 2018.  Untuk Kabupaten Donggala tanaman cabai dikembangkan  seluas 120 hektar yang tersebar di beberapa Kecamatan seperti di kecamatan Sindue Tombusabora, Kecamatan Banawa Selatan, Kecamatan Sindue, Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuhan. 

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Donggala yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Hortikultura dan Perkebunan Donggala, Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten, Unsur Forkopimda, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah, Kepala OPD dan lembaga terkait lainnya. ***


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN