Gus Nur: Kasusnya Telah Selesai Sebelumnya


Reporter: Firmansyah

SETELAH Menjalani pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng terkait dugaan video dugaan ujaran kebencian, Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur mengaku bahwa kasus yang dilaporkan saat ini sudah selesai. Bahkan sudah diselesaikan secara internal (tabayun) dengan Anshor Surabaya, Jawa Timur. Cak Nur diperiksa kurang lebih 2,5 jam oleh penyidik.

Kepada media ini, Gus Nur (28/8/2018) dengan didampingi kuasa hukum beserta relawannya, mengaku bahwa hal tersebut merupakan ungkapan pembelaanya  atas pembubaran pengajian yang dilakukan Banser Anshor kepada Ustad Felix Siauw saat memberikan ceramah di hajatan itu. 

‘’Masalah ini saya rasa terkait unggahan video saya di youtube saat membela Ustad Felix, saya juga telah melakukan klarifikasi bersama GP Anshor dan masalahnya telah selesai, " paparnya.

Pemilik Pesantren yang berdomosili di Jalan Zebra I tersebut juga mengungkapkan persoalan itu terjadi di provinsi lain, namun yang mengherankan laporannya berada di wilayah hukum Polda Sulteng. ‘’Kemarin ada demo terkait hal ini, dispanduknya tertulis bahwa saya adalah ustad gadungan. Saat ini saya memiliki santri lebih dari tiga ratus lima puluh orang. Oleh karena itu, saya mohon tolong klarifikasi kepada orang tua santri, atau lingkungan yang ada di kediaman saya di Jalan Zebra Satu. Apakah saya sesuai dengan pernyataan mereka, " tandas Gus Nur.

Gus Nur mengimbau kepada oknum yang melaporkanya (Muh Kaharu) agar bertemu secara kekeluargaan. " Hingga saat ini saya belum pernah bertemu dengan saudara Kahar. Olehnya saya berharap agar dia mau bertemu dengan saya, di rumah ataupun dimana saja. Kita ngobrol bersama sambil membicarakan maksud dan tujuan permasalahan ini, saya tidak pernah buat masalah di Palu, waktu tenaga, finansial saya curahkan semua untuk tanah Kaili ini, " akunya.

Untuk saat ini menurut Gus Nur, musuh yang harus dihadapi sekarang adalah PKI, liberal, sekuler. " Urusan dengan Banser Anshor telah selesai. " Ada banyak pertanyaan dari tim penyidik Ditkrimsus saat pemeriksaan tadi, tapi Alhamdulilah semua kami jawab semua, intinya tidak ada apa-apa, insya Allah, " ungkapnya.

Semetara itu Kuasa hukum Gus Nur dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Jakarta, Candra Purnawirawan mengatakan klienya diperiksa selama 2,5 terkait dugaan tindakan ujaran kebencian, pasal 28 ayat 2 UU IT. Dimana dalam video tersebut, Gus Nur melakukan pembelaan kepada Ustad Felix Siuw, saat Banser melakukan pembubaran pengajian yang dia pimpin.

Namun dalam pemeriksaan tadi dinyatakan perkaranya telah selesai beberapa waktu lalu. Karena Gus Nur sendiri telah melakukan klarifikasi (tabayun) dengan melakukan kunjungan ke GP Anshor, atas undangan mereka. Menurut Chandra, kasus tersebut  dipersoalkan kembali. ‘’Menjadi pertanyaan, legal standing, atau kedudukannya si pelapor itu apa? Koq kasusnya telah selesai beberapa waktu lalu, kini kembali dilaporkan di provinsi lain, " katanya.

Olehnya, Candra berharap kepada penyidik agar kasus tersebut dihentikan. Dengan mengedepankan restorasi justice. Karena permasalahanya telah diselesaikan antara kedua belah pihak beberapa waktu lalu.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN