Hidayat: Bandara Harus Berstatus Internasional


 
Reporter: Firmansyah

MENGAKSELERASI Palu sebagai kota destinasi wisata, bidang jasa maupun infrastruktur harus menjadi perhatian utama. Olehnya, dalam kesempatanya kepada sejumlah media, usai pelaksanaan upacara HUT RI ke 73, Wali Kota mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan mendorong status bandara Mutiara Sis Aljufrie bertaraf Internasional.

‘’Melalui instruksi Menteri Pariwisata RI, saya dan Gubernur telah diminta untuk meningkatkan staus bandara tersebut berstandar Internasional, " akunya. Pemerintah kota sendiri, menurut Hidayat telah memberikan kontribusi terhadap hal tersebut. Dengan melakukan pembebasan lahan di wilayah bandara. Hal tersebut juga adalah salah satu persyaratan untuk menjadikan Palu sebagai kota tujuan wisata.

Selain itu, Wali Kota menjelaskan beberapa poin penting lainya dalam visi misi tersebut, seperti terwujudnya keindahan kota, kebersihan, kenyamanan, ketertiban, keamanan serta kesan uang baik kepada para pelancong yang datang kemari, sangat berperan dalam terwujudnya hal tersebut.

Olehnya, pemerintah kota membentuk beberapa lembaga non formal yang memanfaatkan kearifan lokal dimasing-masing wilayah di tanah Kaili. Seprti satgas K5, lembaga adat dan libu ntodea atau suatu wadah dalam memecahkan sebuah polemik yang terjadi antara pemerintah, instansi dan masyarakat.




Fungsi dari satgas K5, tutur Wali kota bertujuan dalam menggerakan partisipasi masyarakat, dalam menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan. Lembaga adat atau suro nu ada merupakan tokoh masyarakat yang bertugas dalam memecahkan permasalahan di wilayahnya, sehingga tidak berlanjut ke pihak yang berwajib.

Tema dari beberapa progrm pemerintah kata Hidayat, adalah Palu kota jasa, berbudaya dan beradat dilandasi iman dan taqwa. Dengan mengedepankan aspek ekonomi. " Mengapa aspek ekonomi kami kedepankan, karena jika seseorang perutnya lapar, maka budayanya, adat serta iman dan taqwanya akan hilang, " paparnya. Oleh sebab itu aspek pembangunan dari sektor ekonomi ditempatkan sebagai prioritas.

Selanjutnya membangun nilai budaya juga dilaksanakan. Dalam konteks toleransi, kekeluargaan dan gotong royong. Tiga aspek tersebut ungkap Hidayat akan dijaga oleh adat. Bersendikan syariat dan kitabulah iman dan taqwa.  ‘’Dalam hal ini, kita ingin mewujudkan satu pernyataan dari Presiden pertama RI, Sukarno. Dimana dalam stetmenya saat melakukan orasi di kota Palu, tanggal 2 Oktober tahun 1957 mengatakan bahwa Palu merupakan sebuah rangkaian mutiara di khatulistiwa, " ucap Hidayat.

Dari pernyataan tersebut, Hidayat mengatakan  Palu telah menyatakan sikap, bahwa mari kita buktikan kepada Indonesia serta tunjukan kedunia," Palu pantas disebut sebagai mutiara di khatulistiwa’’. ‘’Kami mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang 37 tahun. Semoga bangsa ini semakin jaya, maju, adil dan makmur. Sehingga masyarakat dapat menikmatinya, " kata Hidayat.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN