Karnaval Budaya Palu Salonde Percussion


 

Reporter: Ikhsan Madjido

RATUSAN Pelajar se Kota Palu mengikuti karnaval budaya sebagai rangkaian kegiatan Palu Salonde Percussion. Pelajar dari TK sampai SMP se Kota Palu dengan menggunakan pakaian adat Kaili dan seratusan mobil hias antusias berkarnaval yang start di Hutan Kota Kaombona dan finish di anjungan Talise.

“Karnaval ini merupakan rangkaian dan tanda dimulainya Palu Salonde Percussion yang diikuti oleh peserta baik dari Eropa maupun dari daerah lain di Indonesia. Even ini merupakan inisiasi Kemendikbud dan Wali Kota Palu dalam platform Indonesiana,” kata Sekretaris Kota, Asri, saat melepas peserta karnaval, Selasa (7/8/2018).

Even ini diharapkan dapat melestarikan seni budaya Kaili karena generasi sekarang banyak yang tidak mengenal lagi budayanya.

“Olehnya perlu revitalisasi atau dikembangkan kembali demi menarik turis terutama dari Eropa. Karena mereka lebih tertarik kepada keunikan destinasi wisata. Antara lain adalah seni-seni tradisional,” tambahnya.

Ke depannya Kota Palu akan menjadi kota destinasi, olehnya perlu selalu menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban dan keamanannya, agar tamu dari luar merasa nyaman. Pemerintah Kota saat ini terus mengembangkan dan menyiapkan objek wisata yang unik dan menarik.

Sementara itu, panitia karnaval, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi melaporkan bahwa iven ini dilaksanakan dengan beberapa konten acara, seperti perkusi internasional yang dihadiri grup musik dari Spanyol dan Kanada, perkusi nusantara dari Medan, Yogjakarta, Bali dan Lombok.

“Ada juga perkusi ritual tradisi, kolaborasi perkusi, dan perkusi massal dari 100 pelajar SMP se Kota Palu,” kata Ansyar Sutiadi. Pemilihan tempat star di Hutan Kaombona, menurut Kadis karena iven Palu Salonde Percussion dipusatkan di dalam hutan tersebut.

“Iven ini dilaksanakan betul-betul mengandalkan keindahan alam. Masyarakat dapat hadir di tempat ini saat pelaksanaan iven tersebut,” katanya. Setelah mengikuti karval berkeliling Kota Palu sambil memainkan musik tradisional, para pelajar saat finish di anjungan Talise, selanjutnya dihibur dengan konser grup orchestra Vincolus dari Spanyol.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN