Lamala, Bejat Bapak Perkosa Dua Anaknya


Reporter/Luwuk : Imam Muslik

KEPOLISIAN Resort Kecamatan Lamala Kabupaten Banggai, menangkap pelaku pemerkosaan terhadap anak kandung Sendiri, Selasa (14/8/2018). Menurut Kapolres Banggai, AKBP. Moch. Sholeh kronologis penangkapan setelah adanya laporan ID, ibu kandung korban bahwa telah terjadi persetubuhan yang dilakukan IKD mantan suaminya terhadap anak kandungnya sendiri bernama Pr. MT (8) dan Pr. MW (13).

Sesuai laporan dan informasi Kades Nipa, IKD sudah melarikan diri dari rumahnya di Desa Nipa menuju ke Bakalan Kabupaten Bangkep. Dengan cepat Kapolsek Lamala  memimpin tim yang terdiri dari anggota Reskrim, Intel dan Bhabinkantibmas melakukan pengejaran terhadap tersangka. IKD berhasil ditangkap di pantai Desa Bollo saat hendak menyebarang ke Desa Bakalan Kabupaten Bangkep.

Menurut keterangan Kapolres, tersangka melakukan persetubuhan pada MLT sebanyak tiga kali dan Pr. MWR sebanyak tiga kali dan pernah mencoba menyetubuhi Pr. BG tapi tidak berhasil karena Pr. BG lari keluar dari kamar. Kejadian pertama terjadi pada MWR sekitar Juni 2017 pukul 01.00 Wita. Kala itu MWR tidur bersama kakaknya bernama BG dan MLT di kamar yang terpisah dengan tersangka.

IKD yang dalam keadaan mabuk masuk ke dalam kamarnya MWR yang dalam tidur dan tersangka mengankat tubuh MWR  namun Pr. MWR terbangun dan merontak hingga terlepas. Tapi tangan MWR ditarik oleh tersangka IKD hingga masuk dalam kamarnya. Setelah itu tubuh MWR didorong hingga jatuh terlentang di kasur yang diatas lantai. Setelah itu tangan kiri tersangka IKD menindis tubuh MWR sambil tangan kanan melepaskan celana panjang training. 

Spak (celana olahraga) dan celana dalam Pr. MWR dilucuti hingga batas lutut selanjutnya tersangka IKD mengeluarkan batang kemaluannya yang sudah keras menegang dan memasukan kedalam lobang Vagina hingga Pr. MWR merasa kesakitan pada lobang vagina dan korban berusaha merontak, tapi diancam tersangka IKD deangan kata-kata ‘’Ba diam saja... Tidak lama jangan saya hantam" akhirnya Pr. MWR hanya pasrah dan selesai menyetubuhi, tersangka kembali ancam dengan kata-kata, ‘’Jangan kase tahu orang, kalau kamu kase tahu ...saya hantam’’



Persetubuhan kedua pada Pr. MWR terjadi Juni 2017 dan ketiga kalinya terjadi Juli 2018. Dan persetubuhan terhadap Pr. MLT (8) sebanyak tiga kali yang terjadi pada sekitar Mei 2018 dua kali dan Juni 2018 sebanyak satu kali, dengan cara yang sama dilakukan pada Pr. MWR kakaknya Pr. MLT setiap kali tersangka menyetubuhi Pr. MWR dan Pr. MLT, tersangka IKD selalu mengancam dengan kata-kata "Jangan kase tahu orang, kalau kamu kase tahu ..saya hantam."  Tersangka IKD sudah pisah ranjang dengan istrinya sejak bulan Mei 2017.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN