Longki : Suara Anak Wajib Didengar


Sumber : humas pemprov

MENURUT Gubernur Longki Djanggola, laju pembangunan wajib mempertimbangkan hak dan suara anak. Selain itu, negara wajib menjamin anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sebagaimana termaktub dalam UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana diubah UU Nomor 35 Tahun 2014. 

Hal itu dikatakan Gubernur Longki ketika melantik Forum Anak Tadulako di acara puncak Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Sulteng (2/8/2018) lalu di Aula Hotel Mercure Jalan Cumi-Cumi. Ia juga berharap kepada Forum Anak Tadulako semua yang terlibat di dalamnya untuk menjadi pelopor dan inspirator di lingkungannya masing-masing agar masyarakat luas mengerti dan menghayati perihal hak-hak anak. 

‘’Diperlukan pengembangan dan peningkatan pemenuhan hak partisipatif anak, melalui wadah yang disebut forum anak yang difasilitasi oleh pemerintah dari tingkat kelurahan, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Yang dapat digunakan oleh anak untuk menyuarakan aspirasi, keinginan, kebutuhan, bahkan keluhan akan kekhawatiran anak dalam pertumbuhannya. Sehingga anak dapat mengekspresikan pandangannya serta dapat berperan aktif dalam proses pembangunan dengan mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal dan juga sopan santun”, tuturnya.
Kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak provinsi Meliana Noor mengatakan Hari Anak yang diperingati setiap tanggal 23 Juli merupakan sebuah usaha yang dilakukan pemerintah dalam mensosialisasikan hak setiap anak yang ada di Indonesia. 
Dengan selalu ingat akan hak tersebut diharapkan masyarakat semakin peduli dan ikut berperan secara aktif menciptakan lingkungan yang berkualitas bagi anak serta turut menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada sang anak, yang kelak mereka sebagai generasi penerus Indonesia di masa mendatang memiliki wawasan kebangsaan. 

“Kita bersama memastikan anak Sulteng bersuka cita, bahagia, aman. Memastikan gesit empati merespon perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua anak berani menjaga hak anak, untuk mewujudkan cita-citanya. Unggul di semua bidang. Sehat jasmani rohani, kita dukung pelayanan publik inklusif untuk mengembangkan bakat anak. Seluruh warga juga ikut mendukung sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing”, 

Kemeriahan acara itu juga diisi dengan menyaksikan film pendek yang berjudul “Anugrah”. Karya sinematografi itu merupakan garapan Forum Anak Tadulako Sulawesi Tengah, yang mengangkat kisah nyata seorang anak berkebutuhan khusus (ABK).  Film tersebut mengajak penonton untuk peduli kepada hak anak, wabil khusus anak dengan kekurangan dan kelebihannya.
Karena setiap anak merupakan anugrah dari sang pencipta. Tokoh utamanya Deden, seorang ABK Sulawesi Tengah yang membuktikan kepada kita, meski memiliki kekurangan. Ia juga memiliki talenta yang luar biasa. 

Deden menjadi salah satu perwakilan delegasi Sulteng yang mengikuti Forum Anak Indonesia 2018 di Surabaya. Orang tua Deden berpesan kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk tidak mengurung anaknya lantaran kekurangannya tersebut. Ia meminta, agar ABK diberikan perhatian dan pengasuhan yang cukup dan bersabar ketika menemui kesulitan. Percayalah kepada yang maha kuasa, karena setiap anak itu istimewa. “Anugrah” mendapatkan penghargaan 15 karya film terbaik pada hari anak 2018. 

Di kesempatan tersebut Gubernur Longki memberikan penghargaan kepada Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong sebagai Kabupaten dan Kota yang layak anak. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kabupaten lainnya yang segera menyusul, menerapkan kabupaten/kota layak anak.** 
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN