Muncul di Polda, Anwar Hafid Klarifikasi Kasus KTM


 

Reporter: Bambang Sumantri

MANTAN Bupati Kabupaten Morowali, Anwar Hafid tiba-tiba menjadi viral di media sosial terkait kedatangannya di Mapolda Sulawesi Tengah belum lama ini. Ia dikabarkan diperiksa Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda terkait permasalahan lahan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang berada di Kecamatan Bungku Tengah.

Dihubungi Selasa malam (28/8/2018) via pesan elektronik Whats App (WA), mantan Bupati Morowali dua periode membenarkan bahwa dirinya telah mendatangi Mapolda Sulteng, bukan karena dipanggil. 

Dikatakannya, kedatangannya di ruang Tipikor Polda Sulteng bukanlah diperiksa sebagai saksi atas permasalahan lahan KTM, melainkan untuk memberikan klarifikasi atas permasalahan itu. ‘’Saat tim Tipikor datang ke Bungku, kebetulan saya tidak berada di tempat, jadi sebagai warga negara yang taat hukum saya berinisiatif mendatangi Mapolda untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai permasalahan lahan KTM," jelasnya.

Lebih lanjut Anwar menguraikan bahwa KTM merupakan program nasional pada tahun 2009 silam. Kabupaten Morowali terpilih sebagai salah satu daerah yang mendapatkannya termasuk Kabupaten Poso, Tojo Unauna, Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai. Dikatakannya, tujuan KTM adalah untuk membuat Kota Baru sebagai bagian dari program transmigrasi yang ada di beberapa desa se-Kabupaten Morowali, yakni Desa Lanona, Bahoea Reko-reko, Wosu, namun kawasan KTM ditempatkan di Desa Bahomohoni dan Bente karena kedua desa tersebut berdekatan dengan pusat perkantoran Bumi Fonuasingko.

‘’Pemerintah pusat kala itu berjanji akan menggelontorkan anggaran besar-besaran guna menata lokasi KTM, tapi kebijakan dari pemerintah pusat berubah dengan membatalkan penggelontoran anggaran tersebut, setelah adanya program nasional itu, kami dari Pemerintah Kabupaten Morowali langsung memulai penataan kawasan KTM, tetapi karena perubahan kebijakan itulah yang menyebabkan pembangunan di KTM dibebankan kepada APBD sehingga terkesan sangat lamban. Terlepas dari itu menurut saya, KTM di Morowali jauh lebih maju dibandingkan KTM yang ada di Sulteng," ungkap Anwar.

Meskipun demikian kata Anwar, semasa jabatannya di kawasan KTM tersebut sudah berdiri bangunan-bangunan kantor yang sudah difungsikan seperti Makodim 1311 Morowali, Kantor KPUD Morowali, Kantor BNNK Morowali, Kantor BPBD Morowali, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, SMA Negeri 2 Bungku, Sekolah Luar Biasa (SLB), Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar).

"Dengan berdirinya sejumlah bangunan kantor yang sekarang sudah berfungsi, membuktikan bahwa pembangunan KTM tidak mangkrak meskipun terkesan lamban, saya mendatangi Polda bukan karena dipanggil, tapi itu adalah inisiatif saya untuk melakukan klarifikasi, informasi yang berkembang dan mengatakan bahwa saya diperiksa adalah tidak benar," jelas Anwar Hafid.

Terpisah, Kasubdit III Tipikor Krimsus Polda Sulteng, AKBP Teddy Salawati yang dikonfirmasi via pesan singkat, Rabu malam (29/8/2018) mengatakan bahwa Anwar Hafid bukan diperiksa melainkan hanya datang untuk mengklarifikasi permasalahan yang terjadi di KTM. "Datang sendiri, karena waktu tim ke Bungku beliau di Makassar, jadi selesai itu langsung ke Palu untuk kasi penjelasan" tandasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN