Palu Tiga Kota Terbaik Susun PPK


reporter: firmansyah

PALU TERMASUK Tiga kategori kota terbaik menyusun pokok pikiran kebudayaan (PPK). Palu menyisihkan 500 lebih kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. Demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ansyar Sutiadi saat penandatangan kerjasama dengan Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dan Tradisi, Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Depdikbud RI, Nono Supriyatno. Hadir dalam acara itu Wali Kota Hidayat, camat, pimpinan OPD, kepala sekolah SMP skota Palu, Selasa (31/7/2018) di ruangan Bantaya.

‘’Dalam hal ini, beberapa kabupaten kota datang ke Palu, belajar dalam menyusun terkait pokok pikiran kebudayaan kepada kami. Palu juga telah dikenal sebagai kota budaya oleh daerah di Indonesia. Tanggal 8 Agustus mendatang, Wali Kota diundang Menteri Puan Maharani untuk memaparkan PPK tersebut. Yang akan dijadikan strategi nasional kebudayaan, dimana ke depannya akan menjadi landasan program kebudayaan di negara kita, " terang Ansyar.

Selain itu, event Palu Salonde Percusion yang akan digelar tanggal 10 hingga 14 Agustus mendatang, merupakan kerjasama dengan Direktorat Warisan Informasi Budaya. Inisiasi tersebut dipelopori oleh Wali kota, Nono Suptiyatno dan Gilang Ramadhan. Hingga hari ini menurut Ansyar, negara Spanyol dan Kanada, serta enam kabupaten dan kota di Indonesia. Seperti Medan, Aceh, Jogjakarta, Papu dan NTT akan menghadiri kegiatan PSP.

Selanjutnya, dalam rangkaian pelaksanaan event nasional Pesona Palu Nomoni bulan September mendatang, Ansyar juga mengatakan akan digelar Work Shop nasional implementasi penguatan tokoh informal dan lembaga kearifan lokal yang berorientasi kepada revitalisasi nilai-nilai budaya bangsa. Akan dihadiri lembaga adat se-Indonesia, majelis agung raja dan sultan nusantara. Bertujuan untuk melakukan pembelajaran bagaimana nilai-nilai budaya bangsa, dapat diimplementasikan kedalam tatanan kehidupan masyarakat. Seperti di Palu Satgas K5, lembaga adat, gali gasa, mombine.

Work shop tersebut menurut Ansyar, akan turun ke kecamatan dan kelurahan di kota Palu. Untuk menyaksikan langsung praktek dari program pemkot tersebut. Olehnya mewakili Wali kota, kami menghimbau agar semua perangkat daerah terkait untuk menyiapkan segala sesuatu dalam lawatan mereka.

Wali Kota Hidayat dalam kesempatanya memberikan apresiasi terhadap kerjasama dengan kementerian kebudayaan tersebut. Menurutnya hal itu merupakan salah satu visi dan misi Pemkot, dalam menjadikan Palu, sebagai kota destinasi wisata. Kebudayaan merupakan akar budaya dari negara Indonesia.

Tidak terkecuali adat Kaili sendiri. Dimana sangat menjunjung tinggi nilai toleransi, kekeluargaan dan gotong-royong. Hal tersebut telah lama dibangun sejak nenek moyang suku kaili, didalam semua aspek kehidupan sosial masyarakat. Seperti saling menghargai dalam sudut pandang politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Hidayat juga berharap agar nilai tersebut dapat diimpementasikan dan dijalin dalam masyarakat di tanah Kaili. Sehingga menjadi barometer dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Palu.

Nono Supriyatno menjelaskan bahwa penandatangan kerjasama tersebut, merupakan wujud implementasi dari UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan yang meliputi perlindungan, pemanfaatan, pengembangan dan pembinaan. Sebelumnya Direktorat sudah melakukan penandatangan kerjasama daerah Tapanuli Sumut. Di kota Palu sendiri memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2016 terkait kelembagaan adat Kaili. Rekomondasi dari Perwali Nomor 38.

Menurutnya, hal tersebut jarang dimiliki oleh daerah lain diindonesia. Olehnya hal itu merupakan nilai tersendiri bagi Palu. Selain itu, akan ada pertemuan akbar antara lembaga adat se-Indonesia dalam ajang PPN. Menurutnya hal itu merupakan pola pikir yang brilian dalam menumbuh kembangkan akar budaya kepada segenap masyarakat.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN