Paska Bentrok; Mahasiswa Dua Fakultas Aksi Damai

Reporter: Yohanes Clemens

DEKAN Fakultas Kehutanaan, Dr Ir Adam Malik M.Sc, mengimbau seluruh mahasiswa meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap sesama mahasiswa. Hal itu dikatakanya pada saat melakukan Aksi Damai antara Fakultas Teknik dan Fakultas Kehutanaan Universitas Tadulako (Untad). Aksi damai mengambil tema membangun serta mempererat tali persaudaraan mahasiswa demi terwujudnya Tadulako yang damai.

Aksi damai itu dilakukan pasca terjadinya bentrokan antara kedua fakultas itu beberapa waktu yang lalu. ‘’Kita sebenarnya harus peduli dari pada sibuk dengan persoalan-persoalan yang berbau provokatif. Karena tidak semua mahasiswa berlatar belakang sama, ada yang dari luar daerah dan ada juga yang berlatar keluarga prasejahtera. Membangun kepedulian antar sesama lebih baik, dibandingkan saling menebar kebencian,’’ kata Adam Malik.

Dekan Kehutanan itu juga menambahkan bahwa deklarasi damai tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk penyesalan atas beberapa kehilafan yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga deklarasi damai ini akan menjadi sejarah bagi kedua fakultas agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

‘’Kampus ini adalah tempat untuk mendidik diri menjadi pemimpin-pemimpin yang berkarakter dan mampu membawa perubahan. Maka dari itu kegiatan ini juga merupakan salah satu contoh pendidikan karakter, sebab pemimpin yang baik mau mengakui kesalahnnya dan segera memperbaiki kesalahan tersebut, karena manusia tidak terlepas dari khilaf,” terangnya.

Ia menambahkan, seluruh sarana prasarana di Untad merupakan milik negara yang berarti fasilitas bersama dan harus dijaga bersama. Dengan begitu, perilaku menebar kebencian dan adu domba merupakan perbuatan yang tidak menunjukan karakter pemimpin dan seorang intelektual.

Sedangkan Dekan Teknik, Dr Amar ST, MT mengatakan kesalahan adalah hal biasa. Tetapi, sebagai intelektual jangan berkelakukan kurang ajar, kelakuan kurang ajar itu adalah jika sudah mengetahui aturan yang ada, tetapi dengan sengaja dilanggar. Seharusnya, sebagai intelektual dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

‘’Saya harapkan, masalah seperti ini tidak terjadi lagi, mahasiswa harus dapat mengendalikan diri. Sebab, pengendalian diri itu adalah hal yang paling utama yang harus dimiliki seorang intelektual. Sehingga dapat membedakan salah dan benar dengan tepat. Sehingga saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ada pelajaran berharga yang diperoleh dari konflik tersebut. Yaitu, kepada seluruh mahasiswa sebelum melakukan aksi harus diawali dengan dialog, sehingga dapat menghasilkan kesepakatan yang terbaik dan merupakan keinginan bersama," cetusnya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN