Pemprov Terobos dengan Pasar Murah



Sumber: Humas Pemprov

MENGANTISIPASI Daya beli masyarakat dan kenaikan harga menjelang Idul Adha, Pemprov Sulteng mengantisipasi dengan menerobos spekulasi harga pangan dengan pasar murah. Gubernur diwakili staf ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan Dan Kesra, Ardiansyah L mengatakan bahwa pasar murah guna menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) khususnya menyambut Hari Raya Idul Adha 1439 H dan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-73. Pasar murah bertempat di lapangan Bungi, Kelurahan Baru Palu (14/8/2018).

Pasar murah dilaksanakan karena bentuk kepedulian Pemprov kepada masyarakat dan telah menjadi program tetap Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng mengantisipasi terjadinya inflasi sekaligus untuk membantu meringankan beban warga kota dan sekitarnya. Oleh karena itu, sangat diharapkan kepada seluruh aparatur pemerintahan untuk menginformasikan kepada warga yang tidak mampu akan keberadaan pasar murah tersebut, tuturnya.

Dan sebagimana diketahui belakangan kebutuhan akan gas dan minyak tanah semakin langka oleh karena itu Pemerintah Provinsi menyiapkan penukaran tabung gas 3 kg dan 5,5 kg. “Saya memohon agar para distributor memberi ide dan data agar bisa di sampaikan kepada Gubernur apa yang harus di lakukan secara bersama-sama dengan aparat mulai dari desa hinggah tingkat provinsi, agar daerah kita ini tidak terlalu besar akan keluhan kelangkaan gas dan minyak tanah dan lebih memudahkan para pelaku-pelaku usaha serta masyarakat yang kurang mampu”, ungkapnya.**

Selanjutnya, ketua panitia Zainuddin Abd kadir dalam laporannya mengatakankan bahwa pasar murah di laksanakan selama dua hari, dimulai hari ini dan berakhir besok. Pasar murah terlaksana atas kerjasama dari perwakilan Bank Indonesia Sulteng, BTPN, Bulog Divre Sulteng, PT. PPI, Pertamina/Hiswana Migas, Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Disperindag, Distributor, serta para UKM.

Peserta pasar murah antara lain yaitu distributor toko ritel modern, pelaku UKM serta BUMN terkait, dengan menjual antara lain beras, gula pasir, mentega, susu kental manis, minyak goreng, telur ayam, bahan kue, ikan air tawar/bandeng, bebas duri, ayam potong, daging beku, kue-kue, dan produk makan olahan yang semuanya adalah barang kebutuhan pokok masyarakat, ujarnya.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Biro Ekonomi Setda Prov. Sulteng, Kadis Perindagkop, Camat Palu Barat dan Lurah Kelurahan Baru serta undangan terkait.
***
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN