Penyuluhan “Sadari” di SMAN 1 Ampibabo


Reporter: Ikhsan Madjido

KANKER Payudara yang terdeteksi secara dini sangat mungkin disembuhkan. Namun sayang, perempuan Indonesia masih enggan melakukan pemeriksaan dini. Kanker payudara dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) yang dilakukan setiap perempuan dan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) oleh tenaga kesehatan terlatih. 

Sehubungan dengan itu, mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementrerian Kesehatan (Kemenkes) Palu, Rabu, (29/8/2018), melakukan penyuluhan pada sejumlah siswi di SMAN 1 Ampibabo Kabupaten Parmout. “Saat melakukan Sadari, usahakan di kamar mandi ada kaca yang meliputi pinggang sampai wajah, setiap bulan lihat payudaranya, ada perubahan kulit atau tidak di sekitar putting. Kalau ada harus cek ke dokter, jika tidak ada bisa cek lagi bulan berikutnya. Setelah dilihat harus diraba, tangan kanan meraba payudara kiri dari arah pinggir memutar sampai ke arah puting dan pencet jika keluar cairan merah ada indikasi kanker payudara,” terang Nanda Amanda, salah satu mahasiswa Poltekkes dihadapan puluhan siswi yang nampak antusias menyimak penyuluhan tersebut.

Nanda yang memberikan penyuluhan sekaligus penelitian ini mengimbau setiap perempuan untuk melakukan Sadari secara berkala dengan tujuan menemukan benjolan dan tanda-tanda abnormal pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.  

“Pemberian pendidikan kesehatan merupakan upaya promotif deteksi dini yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang Sadari bagi remaja putri dalam pencegahan kanker payudara,” ujarnya.

Sadari dapat dilakukan setiap bulan pada hari ke-7 hingga ke-10, terhitung dari hari pertama haid atau pada tanggal yang sama setiap bulan bagi perempuan yang sudah menopause. “Dengan melakukan Sadari dan Sadanis secara berkala, kanker payudara dapat ditemukan pada stadium dini dan meningkatkan angka harapan hidup pada penderitanya,” ujar mahasiswa semester akhir ini. 

Di SMAN 1 Ampibabo sendiri baru satu orang ditemukan siswi terdeteksi positif menderita payudara. Olehnya itu, siswi yang mendapat penyuluhan sangat bersyukur dan mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini.

Saat ini Kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia, yaitu 50/100.000 penduduk. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan 2013, angka kejadian tertinggi kanker payudara terdapat di DI Yogyakarta sebesar 24/10.000 penduduk.

Sementara itu, kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5/100.000 penduduk.

Faktor yang dapat memicu kanker payudara antara lain perokok aktif dan pasif, pola makan buruk, usia haid pertama di bawah 12 tahun, perempuan tidak menikah, perempuan menikah tidak memiliki anak, melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun, tidak menyusui, menggunakan kontrasepsi hormonal, usia menopause lebih dari 55 tahun, pernah operasi tumor jinak payudara, riwayat radiasi, dan riwayat kanker dalam keluarga.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN