Perusda Janji Olah Fly Ash Jadi Bahan Bangunan


Reporter: Firmansyah

PERUSDA Palu berjanji akan memanfaatkan limbah sisa buangan (fly ash) PLTU Mpanau menjadi bahan bangunan. Fly ash yang selama ini limbah akan dijadikan potensi. Olehnya, Perusda berjanji akan membangun pabrik khusus hal itu. Demikian Direktur Utama Perusda Palu, Suarman LS kepada wartawan usai dilantik pekan lalu masa bhakti 2018 – 2022. 

Lokasi pabrik lanjut Suarman, berada dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) seluas 20 hektar. Sehingga diharapkan tidak ada lagi polemik antara warga, pengelola PLTU maupun pemerintah terkait si abu terbang. Perusda juga akan menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan dari Jakarta.

‘’Terkait masalah saham, seratus persen milik Perusda, mitra perusahaan dari Jakarta sebagai konsultan, namun juga ada pembagian keuntungan. Setelahnya akan diserahkan kepada pemerintah kota,’’ jelasnya. 

Mekanisme pembuatan material bangunan seperti batako dalam pabrik nantinya menurut Suarman, akan melibatkan tenaga kerja dari lokal.

Artinya, tidak sepenuhnya akan ditangani tehnologi. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat membuka lapangan kerja dan pekerjaan bagi warga. 

‘’Menurut mitra perusahaan kami, jika menggunakan sistim semi teknologi mesin dalam produksi, bisa melibatkan ratusan pekerja,’’ akunya. 

Dimana dipasarkan? ‘’Kami prioritaskan wilayah kota dan Sulteng. Namun pangsa pasarnya, menyasar negara Australia, marketingnya akan ditangani oleh mitra perusahaan tersebut. Selain program tersebut, Suarman juga membeberkan dalam waktu dekat ini, akan melakukan penandatanganan kerjasama nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan potensi hutan kota, wilayah Salena bersama kementerian lingkungan hidup, di bawah naungan Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng. 

‘’Dalam beberapa program dari kami, tetap mengacu kepada visi dan misi Pemkot menjadikan Palu, sebagai kota tujuan destinasi wisata. Olehnya kami akan mengembangkan beberapa potensi wisata pula, " paparnya.

Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah yang dilakukan oleh Wali kota Hidayat tersebut, dua nama lainya, Fransiskus Novi Indriadi sebagai Dirut keuangan dan Administrasi serta Wibowo Safii menjabat Dirut Operasional. Hidayat berharap agar ketiganya dapat bersinergi dengan pemkot, dalam mewujudkan program visi dan misi menjadikan Palu, sebagai kota tujuan wisata. Dari aspek geografis, Palu memiliki empat dimensi  alam yang potensial untuk dikembangkan dari  sektor pariwisata. Seperti di gunung Salena.

Wali kota membeberkan akan membangun beberapa wahana di gunung Salena. Seperti parayang, down hill, flying fox terpanjang di Asia. Begitu pula di Uwe Tumbu juga akan dibangun out bond. Selain itu, sarana olah raga, kesenian maupun area refreshing menjadi program selanjutnya, dengan hutan kotanya. Dimana akan ditanam empat puluh ribu pohon, dengan presentasi lima puluh persen tanaman endemik Sulteng di lokasi tersebut.

Selain itu, Hidayat mengharapkan agar perusda juga bisa masuk kedalam salah satu program pemerintah di sektor industri kecil menengah maupun home industri dalam pemasaranya. 

" Kemarin saya sudah bertemu dengan ketua REI Indonesia dan Asia Pasifik. Dia memberikan apresiasi kepada empat dimensi potensi alam yang ada di Palu. Olehnya perusda diharap bisa membuat link dengan mereka, nanti saya akan rekomondasikan, " akunya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN