PJL Sojojaya Rp8,5 M Dipertanyakan


Reporter : ramdan otoluwa

PROYEK Pembangunan Jaringan Listrik (PJL) TA 2017 di Kecamatan Sojojaya Kabupaten Morowali Utara senilai Rp8,5 miliar mulai dipertanyakan penyelidikannya oleh penegak hukum. Pasalnya, upaya mengusut kasus ini atas temuan BPK RI perwakilan Sulteng dengan Inspektorat Morut tidak jelas kabarnya. Demikian sumber Kaili Post di Palu menyebutkan.

Seperti diketahui, PJL senilai Rp8,5 miliar sepanjang 10 KM di Sojojaya itu diduga terjadi kemahalan harga. PJL dibiayai APBD TA 2017 dengan penyedia jasa PT Dian Pratama Palu. Hasil pemeriksaan BPK RI dan Inspektorat ada temuan sebesar Rp1 miliar. PT Dian Pratama sendiri ketika dikonfirmasi di Jalan MT Haryono Palu kantornya selalu tutup. Pemiliknya, Ny MP pun sulit ditemui berulang-ulang.

Masih diterangkan sumber, sesuai dengan hitungan perencanaan PLN bahwa per Kilometer PJL hanya Rp300 – 350 juta. bila 10 KM, maka harga sewajarnya adalah Rp4-5 miliar saja. Dengan pagu Rp8,5 miliar, tentu APBD Morut dirugikan. Hingganya ada temuan dari pihak Inspektorat dan BPK RI.

Dugaan lainnya, bahwa PJL itu hingga sekarang belum diserahkan ke PLN, atau yang biasa disebut surat layak oprasional (SLO). PJL itu juga sepenuhnya dipertanyakan asas manfaatnya, karena belum lama ini penyelenggaraan MTQ di Sojojaya masih menggunakan genset PLN. ‘’Artinya jaringan itu belum dapat digunakan,’’ urai sumber kembali.

Seperti diketahui, dari transmigrasi Kecamatan Sojojaya sangat potensial dengan hasil pertanian. Namun jalan menuju daerah itu masih sangat memprihatinkan. Demikian juga dengan fasilitas penerangan listrik. Hanya beberapa rumah saja yang masih diterangi listrik, terang sumber. Diharapkan PJL dengan miliaran rupiah menjadi bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Sangat disayangkan, proyek itu belum sepenuhnya dirasakan warga.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN